Sebuah Operasi Setengah Hati* *Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir

πŸ“† Kamis, 23 Syawal 1437H / 28 Juli 2016

πŸ“š SIROH DAN TARIKH

πŸ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

πŸ“ *Sebuah Operasi Setengah Hati*
*Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir*

πŸŒΈπŸ€πŸŒ·πŸ’πŸ’πŸŒ·πŸ€πŸŒΈ

*_Penyerangan Pulau Gozo, Juli 1551_*

Pada tanggal 18 Juli 1551 Masehi, kekhilafahan Turki Utsmani mengalami kegagagalan dalam menundukkan sarang bajak laut Order of St. John di Pulau Malta. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengamankan jalur pelayaran Kaum Muslimin di Laut Mediterranean. Pulau Gozo menjadi sasaran berikutnya dalam daftar ancaman teratas.

Pada tahun 1551 angkatan perang Turki Utsmani lebih dahulu membebaskan kota Tripoli di pantai Afrika Utara sehingga rencana bajak laut Order of St. John menjadikannya markas kedua mereka kandas. Dengan keberhasilan itu pula, secara taktis serangan ke Pulau Gozo menjadi perlu.

*Malta*

Panglima Perang Turki Utsmani untuk misi ini adalah Sinan Paşa yang didampingi oleh admiral Sal'a Reis dan Dragut Reis. Pada awalnya pendaratan di Pulau Malta dilancarkan ke arah Marsamxett, namun hanya dengan kekuatan 10 ribuan pasukan ternyata dinilai tidak cukup untuk menundukkan Birgu dan benteng St. Angelo yang terlalu kuat.

*Lesson #1* _tentukan prioritas, seimbangkan dengan kemampuan_

Perhatian balatentara Turki Utsmani kini beralih kepada kota Mdina yang terletak di pegunungan sebelah barat pulau. Melihat perkembangan ini, garnizun perim oak Order of St. John di Mdina dibawah Fra Villeganion mengumpulkan penduduk di desa sekitar untuk memusatkan kekuatan di dalam benteng kota.

*Lesson #2* _bergeraklah lebih cepat daripada lawan_

Kesigapan lawan serta kedatangan armada bantuan yang berani menyerang armada Turki di Teluk Marsamuchetto membuat balatentara Turki Utsmani kehilangan momentum. Standar operasi berikutnya adalah beralih pada sasaran sekunder yaitu Pulau Gozo.
Gozo

Pertahanan lawan di Pulau Gozo jauh lebih rendah di bawah gubernur Gelatian de Sessa yang tidak berdaya menghadapi kepungan balatentara Turki Utsmani. Ia berusaha melobi Sinan Paşa, namun di tolak secara mentah.

Setelah kepungan selama beberapa hari, benteng utama di Pulau Gozo menyerah dimana 300 orang sempat meyusup keluar. Selebihnya, 6 ribuan orang termasuk pasukan dan gubernurnya ditangkap sebagai tawanan perang. Sebagian besar mereka menjadi budak yang diangkut menuju Tripoli pada tanggal 30 Juli.

*Lesson #3* _kuasai dan jangan puas dengan rebutan kecil_

*Konsekuensi*

Pulau Gozo yang nyaris tak berpenghuni setelah itu mendapatkan perhatian prioritas untuk didiami kembali oleh para bajak laut Order of St. John. Dibutuhkan 150 tahun lagi untuk mendapatkan populasi sebanyak sebelum 1551.

Serangan ini mendorong dibentuknya komisi perbaikan sistem pertahanan kedua pulau yang terdiri dari dua orang ilmuan perbentengan Leone Strozzi dan Pietro Pardo. Pajak ditingkatkan pada masa grandmaster Juan de Homedes untuk perbaikan serta peningkatan kualitas pertahanan dan pengadaan kesatuan Dejma pengawas pantai.

*Lesson #4* _selalu meluangkan waktu untuk evalusi dan membenahi diri_

Kedua benteng St. Michael dan St. Elmo ditingkatkan struktur pertahanannya sebagaimana bastion di Mdina dan Birgu atas rekomendasi komisi tersebut. Pertahanan baru dibangun di Senglea.

Kegagalan operasi ini mendorong serangan berskala lebih besar pada tahun 1565, namun friksi antar pimpinan serta jauhnya garis logistik menyebabkan ia juga kandas. Dua serangan berikutnya pada 1613 dan 1709 juga dilancarkan setengah hati atas Pulau Gozo; keduanya kandas lagi.

Tanda-tanda melemahnya balatentara Turki Utsmani mulai nyata di front ini.

Hari kedua bulan Syawal 1437 H, bertepatan dengan 7 Juli 2016, Depok yang cerah

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸ€πŸ˜‹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahalanya

0 Response to "Sebuah Operasi Setengah Hati* *Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI