SYARAH HADITS ARBAIN NAWAWIYAH (Bag. 1)

๐Ÿ“† Senin, 20 Syawal 1437H / 25 Juli 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu'man Hasan

๐Ÿ“ *SYARAH  HADITS  ARBAIN  NAWAWIYAH (Bag. 1)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Muqadimah*

   Al Arba'un An Nawawiyah  adalah sebuah kitab kecil yang berisi kumpulan hadits sebanyak  empat puluh dua hadits yang disusun oleh seorang imam fiqih dan hadits, zahid, wira'i, dan pemberani yakni Imam An Nawawi Rahimahullah. Walaupun kitab ini bernama Arba'in (empat puluh) tetapi jumlah hadits yang terdapat di dalamnya adalah empat puluh dua   hadits, bukan empat puluh.

  _Syaikh Muhammad bin Shalih 'Al Utsaimin Rahimahullah_ menjelaskan tentang kitab tersebut:

ูˆู‚ุฏ ุฃู„ู ู…ุคู„ูุงุช ูƒุซูŠุฑุฉ ู…ู† ุฃุญุณู†ู‡ุง ู‡ุฐุง ุงู„ูƒุชุงุจ: ุงู„ุฃุฑุจุนูˆู† ุงู„ู†ูˆูˆูŠุฉ، ูˆู‡ูŠ ู„ูŠุณุช ุฃุฑุจุนูŠู†،ุจู„ ู‡ูŠ ุงุซู†ุงู† ูˆุฃุฑุจุนูˆู†، ู„ูƒู† ุงู„ุนุฑุจ ูŠุญุฐููˆู† ุงู„ูƒุณุฑ ููŠ ุงู„ุฃุนุฏุงุฏ ููŠู‚ูˆู„ูˆู†: ุฃุฑุจุนูˆู†. ูˆุฅู† ุฒุงุฏ ูˆุงุญุฏุงً ุฃูˆ ุงุซู†ูŠู†، ุฃูˆู†ู‚ุต ูˆุงุญุฏุงً ุฃูˆุงุซู†ูŠู†.
  "Beliau (Imam An Nawawi) telah banyak menyusun karya tulis, yang terbaik di antaranya adalah kitab ini: Al Arba'un An Nawawiyah. Buku tersebut bukan empat puluh hadits (arba'in), tetapi empat puluh dua hadits (itsnan wa arba'un), namun orang Arab menghilangkan kasrah dalam bilangan, maka mereka menyebut: arba'un (empat puluh), walaupun ditambahkan sat? atau dua, atau dikurangi satu atau dua." (Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin, Syarh Al Arba'in An Nawawiyah, Hal. 2. Mawqi' Ruh Al Islam) .

  Sebelum _Imam An Nawawi_, sudah banyak para imam kaum muslimin menyusun kitab serupa seperti yang diceritakan oleh Imam An Nawawi sendiri dalam mukadimah kitab ini, mereka adalah  Abdullah bin Mubarak, Muhammad bin Aslam Ath Thusi, Hasan bin Sufyan An Nasa'i, Abu Bakr Al Ajuri, Abu Bakar Muhammad bin Ibrahim Al Ashfahani, Daruquthni, Al Hakim, Abu Nu'aim, Abu Abdurrahman A Sulami, Abu Said Al Malini, Abu Utsman Ash Shabuni, Abdullah bin Muhammad Al Anshari, Al Baihaqi, dan ulama lain yang tak terhitung jumlahnya.

  Besarnya perhatian para imam kaum muslimin terhadap upaya pengumpulan 'empat puluh hadits' ini karena didasari berbagai riwayat yang menunjukkan keutamaan nya. Hanya saja, sebagaimana kata Imam An Nawawi sendiri, semua riwayat tersebut adalah dhaif (lemah) menurut kesepakatan ahli hadits. Imam An Nawawi mengatakan:

ูู‚ุฏ ุฑูˆูŠู†ุง ุนู† ุนู„ูŠ ุจู† ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจ، ูˆุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ู…ุณุนูˆุฏ، ูˆู…ุนุงุฐ ุจู† ุฌุจู„، ูˆุฃุจูŠ ุงู„ุฏุฑุฏุงุก، ูˆุงุจู† ุนู…ุฑ، ูˆุงุจู† ุนุจุงุณ، ูˆุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ، ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ، ูˆุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡ู… ู…ู† ุทุฑู‚ ูƒุซูŠุฑุงุช ุจุฑูˆุงูŠุงุช ู…ุชู†ูˆุนุงุช: ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: "ู…ู† ุญูุธ ุนู„ู‰ ุฃู…ุชูŠ ุฃุฑุจุนูŠู† ุญุฏูŠุซุงً ู…ู† ุฃู…ุฑ ุฏูŠู†ู‡ุง ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ููŠ ุฒู…ุฑุฉ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ูˆุงู„ุนู„ู…ุงุก" ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ: "ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูู‚ูŠู‡ุง ุนุงู„ู…ุง".
ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุจูŠ ุงู„ุฏุฑุฏุงุก: "ูˆูƒู†ุช ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุดุงูุนุง ูˆุดู‡ูŠุฏุง".ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ: ู‚ูŠู„ ู„ู‡: "ุงุฏุฎู„ ู…ู† ุฃูŠ ุฃุจูˆุจ ุงู„ุฌู†ุฉ ุดุฆุช" ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุงุจู† ุนู…ุฑ "ูƒُุชِุจ ููŠ ุฒู…ุฑุฉ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูˆุญุดุฑ ููŠ ุฒู…ุฑุฉ ุงู„ุดู‡ุฏุงุก". ูˆุงุชูู‚ ุงู„ุญูุงุธ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุญุฏูŠุซ ุถุนูŠู ูˆุฅู† ูƒุซุฑุช ุทุฑู‚ู‡.

  "Kami telah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas'ud, Mu'adz bin Jabal, Abu Ad Darda, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Hurairah, dan Abu Sa'id Al Khudri Radhiallahu 'Anhum dari banyat jalan dan riwayat yang berbeda: bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa di antara umatku menghapal empat puluh hadits berupa perkara agamanya, maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat bersama rombongan fuqaha dan ulama." Dalam riwayat lain: "Allah akan membangkitkan nya sebagai seorang yang faqih (ahli fiqih) dan 'alim."

Dalam riwayat Abu Ad Darda: "Maka aku (nabi) pada hari kaimat nanti sebagai syafaat dan saksi baginya." Dalam riwayat Ibnu Mas'ud: "Dikatakan kepadanya: masuklah kau ke surga melalui pintu mana saja yang kamu kehendaki." Dalam riwayat Ibnu Umar: "Dia dicatat termasuk golongan ulama dan dikumpulkan pada golongan syuhada."

  Para huffazh (ahli hadits) sepakat bahwa hadits-hadits ini dhaif walaupun diriwayatkan dari  banyak jalan."  (Imam Ibnu Daqiq Al 'Id, Muqadiimah Syarh Al Arbai'in an Nawawiyah, Hal. 16-17. Maktabah Al Misykat)

Hanya saja memang, jumhur (mayoritas) ulama – Imam An Nawawi mengatakan kesepakatan ulama- membolehkan menggunakan hadits dhaif (seperti hadits-hadits di atas) hanya untuk tema-tema fadhailul a'mal, targhib wat tarhib, dan hal-hal semisal demi mengalakan amal shalih dan kelembutan hati dan akhlak. Tetapi pembolehan ini pun bersyarat, yakni: tidak ada rawi yang tertuduh sebagai pemalsu hadits atau pembohong, tidak bertentangan dengan tabiat umum agama Islam, dan jangan menyandarkan atau memastikan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika mengamalkannya. Mereka yang membolehkan di antaranya adalah Imam Ahmad, Imam Al Hakim, Imam Yahya Al Qaththan, Imam Abdurrahman bin Al Mahdi, Imam Sufyan Ats Tsauri, Imam An Nawawi, Imam As Suyuthi, Imam 'Izzuddin bin Abdissalam, Imam Ibnu Daqiq Al 'Id, dan lainnya.

Sedangkan yang menolak adalah Imam Al Bukhari, Imam Muslim, Imam Yahya bin Ma'in, Imam Ibnu Hazm, Imam Ibnul 'Arabi, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, Syaikh Nashiruddin Al Albani dan lainnya dari kalangan hambaliyah  kontemporer, juga yang nampak dari pandangan Syaikh Yusuf Al Qaradhawi Hafizhahullah.

  Khusus untuk Al Arba'un An Nawawiyah ini, telah banyak  ulama yang memberikan perhatian terhadapnya yakni dengan memberikan syarah (penjelasan) terhadap seluruh hadits yang ada di dalamnya, mereka adalah Imam Ibnu Daqiq Al 'Id,  Al 'Allamah Ismail bin Muhammad Al Anshari,  Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin, dan lainnya. Juga diantara ulama, ada yang mentakhrij dan mentahqiq (meneliti) kualitas validitas hadits-hadits dalam kitab ini, yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah. Hal ini lantaran betapa lengkapnya muatan dan tema yang  dihimpun oleh Imam An Nawawi, yakni berupa dasar-dasar agama, hukum, ibadah, muamalah, dan akhlak. Sedangkan ulama lain, ada yang menyusun empat puluh hadits tentang persoalan tertentu saja, ada yang akhlak saja, atau jihad, atau adab, atau zuhud. Inilah letak keistimewaan kitab ini.

 Boleh dikatakan, kitab ini -dan kitab Beliau lainnya yakni _Riyadhus Shalihin_- adalah kitab Beliau yang paling luas peredarannya dan paling besar perhatian  umat Islam terhadapnya baik kalangan ulama,  dosen, mahasiswa, dan  orang umum. Ini merupakan petunjuk atas keikhlasan penulisnya sehingga Allah Ta'ala mengabadikan karya-karyanya di tengah manusia walau dirinya telah wafat berabad-abad lamanya.

  Semoga kita semua bisa mengikuti jejak langkah para ulama rabbani dan mengambil banyak manfaat dari karya dan keteteladanan kehidupan mereka. Amin.

๐Ÿ”นBersambung ๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "SYARAH HADITS ARBAIN NAWAWIYAH (Bag. 1)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI