Ibadah dalam islam II

16 Syawal 1437 H/  21 Juli 2016
 *Fiqih Ibadah*
 Suci Susanti S.SoS.I
 *Ibadah Dalam Islam II*
===========================

Assalammualaykum adik-adik MANIS 4 teen..
Gimana kabarnya ?
Gimana puasanya kemarin ?
Semoga Allah swt menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ya... aamiin.
Adik-adik yang dirahmati Allah swt, kita sebagai muslim harus bersyukur telah diberi kesempatan oleh Allah swt untuk menikmati bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan pembelajaran, bulan latihan, bulan “penggemblengan” , agar kita semua menjadi umat yang bertakwa.
Sebulan penuh kita semua berusaha mengikuti perintah Allah swt. Sehingga hal itu menimbulkan banyak hikmah. Di antara hikmah tersebut ada 3 hikmah yang utama dari bulan Ramadhan.
1.       Hikmah ketaatan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
_"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”_ (QS. Al Baqarah: 183)
Dalam firman Allah swt di atas sangat jelas bahwa puasa membuat kita menjadi bertakwa. Salah satu indikator ketakwaan yaitu taat dan patuh pada perintah-Nya. Contoh ; ketika berpuasa, kita merasa takut jika hendak berbohong karena kita paham bahwa berbohong dilarang Allah swt dan menimbulkan dosa jika kita melakukannya. Jika pun berbohong, kita akan merasa bersalah setelahnya. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan meningkatkan ketaatan kita pada Allah swt.
2.       Hikmah kesabaran
Di bulan Ramadhan kita dituntut untuk sabar. Sabar dalam menahan lapar dan haus selama lebih kurang 12 jam. Sabar dalam menahan amarah padahal kita mampu untuk marah. Sabar ketika melihat orang lain makan di depan kita.
Orang-orang yang sabar dalam ketaatan adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang keimanannya benar, karena mereka telah mewujudkan keimanan hati melalui ucapan dan perbuatan . Seperti yang di firmankan Allah swt :
وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
_Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”_. [Al-Baqarah : 177]
3.       Hikmah kekonsistenan
Dalam bahasa Arab, konsisten sering diartikan sebagai istiqomah. Di bulan Ramadhan, kita sangat konsisten terutama pada waktu sahur dan berbuka. Terutama pada saat berbuka, jarang sekali yang mengulur-ngulur waktu berbuka. Kalau bisa satu jam sebelum berbuka sudah duduk di depan meja makan.
Istiqomah adalah keteguhan dan kemenangan di medan pertempuran (dalam hal ini puasa Ramadhan) antara ketaatan dan hawa nafsu. Teguh dalam memegang prinsip. Teguh dalam ketaatan walau terasa berat. Seperti sabda Rasulullah saw ;
نْ عَمْرٍو وَقِيْلَ أَبِيْ عَمْرَةَسُفْيَانَ بْنِ عَبْدِاللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهَ , قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ , قُلْ لِيْ فِيْ اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً , لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًاغَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ , ثُمَّ اسْتَقِمْ . رواه مسلم
Dari Abu ‘Amr, dan ada yang mengatakan dari Abu ‘Amrah Sufyân bin ‘Abdillâh ats-Tsaqafi Radhiyallahu anhu, yang berkata : _"Aku berkata, ‘Ya Rasulullah! Katakanlah kepadaku dalam Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang selain engkau.’ Beliau menjawab, ‘Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla,’ kemudian istiqâmahlah."_
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 38), Ahmad (III/413; IV/384-385), at-Tirmidzi (no. 2410), an-Nasâ-i dalam as-Sunanul Kubra (no. 11425, 11426, 11776), Ibnu Mâjah (no. 3972), ad-Dârimi (II/298), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabîr (no. 6396, 6397, 6398), ath-Thayâlisi (no. 1327), Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (no. 21-22), Ibnu Abid Dun-ya dalam ash-Shamt (no. 7), al-Hâkim (IV/313), Ibnu Hibbân (no. 938, 5668, 5669, 5670, 5672-at-Ta’lîqâtul Hisân), al-Baihaqi dalam Syu’abul Imân (no. 4572, 4574, 4575), dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 16).
Nah adik-adik MANIS 4 teen, semoga pembelajaran yang diberikan Allah swt selama satu bulan kepada kita, dapat menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan ini. Dan bahwa ketaatan kepada Allah swt berlaku seterusnya, bukan pada bulan Ramadhan saja. Tapi pada bulan-bulan selanjutnya.
Aamiin yaa Rabbalalamin...
============
Maroji :
Shahih tafsir Ibnu Katsir
Al-Wafi, Syarah Kitab Arba’in

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala

0 Response to "Ibadah dalam islam II"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI