Tidak Tahu Diuntung - Membiarkan Sebuah Nikmat Terlepas

πŸ“† Kamis, 26 Sya'ban 1437H / 02 Juni 2016

πŸ“š *SIROH DAN TARIKH*

πŸ“ Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*

πŸ“ *Tidak Tahu Diuntung - Membiarkan Sebuah Nikmat Terlepas*

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

_Military History_

Decatur's Bold and Daring Act - The Philadelphia in Tripoli 1804, Mark Lardas, Osprey Publishing, Oxford, 2011.

Empat bulan sebelumnya, kapal perang Amerika Serikat tercanggih di zamannya, USA Philadelphia, berhasil dijebak dan direbut oleh Emir Tarabulus (sekarang Tripoli, Libya). Kapal perang ini ditambatkan di teluk Tripoli untuk menjalani perbaikan serta persiapan untuk dipakai kembali memerangi armada A.S. di perairan Afrika Utara.

*Lesson #1: sebuah keberhasilan harus ditindaklanjuti dengan peluang keberhasilan berikutnya, tidak ada kata istirahat kecuali sudah meninggal dunia.*

Sebuah kondisi yang tidak bisa diterima oleh komandan skuadron Mediterranean dibawah pimpinan Komodor Edwin Preble. Sebuah secanggih ini di tangan pelaut handal beserta awak yang berdedikasi akan mengobrak-abrik lawan.

*Lesson #2: melajulah dan jangan membiarkan lawan bermimpi punya harapan mengejar.*

Untuk mencegah mimpi buruk ini maka disusunlah rencana serbuan oleh tim kecil dibawah Letnan Stephen Decatur bersama awak dan pelaut pilihan. Misi tim komando ini adalah merebut kembali USS Philadelphia atau, jika tidak dimungkinkan, membakarnya hingga tenggelam.

*Lesson #3: kerja besar kadang hanya membutuhkan tim kecil yang bernyali besar serta tak putus berdoa.*

Misi ini nyaris gagal karena berbagai hal, namun pada akhirnya kapal tersebut terpaksa dibakar agar tidak jatuh ke tangan pelaut-pelaut Tripoli. Keberhasilan ini bahkan mendapatkan pujian dari Admiral Horatio Nelson dari Inggris dalam untaian kata "the most bold and daring act of the Age."

*Lesson #4: pujian lawan itu tidak terlalu penting, asal mereka menyegani itu sudah cukup.*

Seperti apa persisnya jalan operasi militer senyap ini hanya bisa dinikmati dengan membaca tuntas buku setipis 80 halaman ini.

Dalam perjalanan menuju Kebon Jeruk guna menyampaikan sejarah Nabi SAW. Melintasi stasiun Pasar Minggu Baru, 28 Mei 2016

Masuk perpus koleksi pribadi, 27 Mei 2016.

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Tidak Tahu Diuntung - Membiarkan Sebuah Nikmat Terlepas"

Post a Comment