Fikih I'tikaf (Bag. 7)

๐Ÿ“† Ahad,  14 Ramadhan 1437 H / 19 Juni 2016 M

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ *Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS.*

๐Ÿ“‹ *Fikih I'tikaf (Bag. 7)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š *Makna Masjid dan Batasannya*

*Secara bahasa (lughah)* masjid adalah:

ุจَูŠْุชُ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ، ูˆَู…َูˆْุถِุนُ ุงู„ุณُّุฌُูˆุฏِ ู…ِู†ْ ุจَุฏَู†ِ ุงู„ุฅِْู†ْุณَุงู†ِ ูˆَุงู„ْุฌَู…ْุนُ ู…َุณَุงุฌِุฏُ

  Rumah untuk shalat, dan tempat sujud bagi badan manusia, jamaknya adalah masajid. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 37/194)

  Sedangkan, *secara istilah* terdapat pendefinisian yang banyak dari para ulama, di antaranya:

 ุฃَู†َّู‡َุง ุงู„ْุจُูŠُูˆุชُ ุงู„ْู…َุจْู†ِูŠَّุฉُ ู„ِู„ุตَّู„ุงَุฉِ ูِูŠู‡َุง ู„ِู„َّู‡ِ ูَู‡ِูŠَ ุฎَุงู„ِุตَุฉٌ ู„َู‡ُ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَู„ِุนِุจَุงุฏَุชِู‡ِ

  “Rumah-rumah yang yang dibangun untuk shalat di dalamnya, ikhlas hanya untuk Allah semata dan untuk mengibadahi Nya.” ( *Imam An Nasaf*i, Madarik At Tanzil, 4/1-3. Darl Kutub Al ‘Arabi, Beirut)

ูˆَูƒُู„ ู…َูˆْุถِุนٍ ูŠُู…ْูƒِู†ُ ุฃَู†ْ ูŠُุนْุจَุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠู‡ِ ูˆَูŠُุณْุฌَุฏَ ู„َู‡ُ ู„ِู‚َูˆْู„ِู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฌُุนِู„َุชْ ู„ِูŠ ุงู„ุฃَْุฑْุถُ ู…َุณْุฌِุฏًุง ูˆَุทَู‡ُูˆุฑًุง

  “Setiap tempat yang memungkinkan di dalamnya untuk menyembah Allah dan bersujud kepadaNya, sebab sabdanya Shallallahu ‘Alaihiwa Sallam: “Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan suci.”   ( *Imam Al Qurthubi*, Al Jami’ Li Ahkamil Quran, 2/78. Darul Kutub Al Mishriyah)

Berkata *Syaikh Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql* Hafizhahullah, sebagai berikut:

ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู‡ูˆ ู…ูƒุงู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ู„ุฌู…ุงุนุฉ ูˆู„ู„ุฌู…ุนุฉ ، ูˆูƒู„ ู…ุง ุงุชุฎุฐู‡ ุงู„ู†ุงุณ ู…ุตู„ู‰ ูู‡ูˆ ู…ุณุฌุฏ ؛ ู„ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ุงู„ : « ูˆุฌُุนู„َุช ู„ูŠ ุงู„ุฃุฑุถ ู…ุณุฌุฏุง ูˆุทู‡ูˆุฑุง » ، ูˆุฅู† ูƒุงู† ู…ุณู…ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุตุงุฑ ุฃุฎุต ู…ู† ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃุฑุถ . ูˆุงู„ู…ุณุฌุฏ ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ، ูˆูƒู…ุง ูƒุงู† ููŠ ุนู‡ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ูŠุณ ู…ูƒุงู† ุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูุญุณุจ ، ุจู„ ูƒุงู† ู…ู†ุทู„ู‚ ุฃู†ุดุทุฉ ูƒุซูŠุฑุฉ . . . ููƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠุนู‚ุฏ ููŠู‡ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุนุงุช ، ูˆูŠุณุชู‚ุจู„ ููŠู‡ ุงู„ูˆููˆุฏ ، ูˆูŠู‚ูŠู… ููŠู‡ ุญู„ู‚ ุงู„ุฐูƒุฑ ูˆุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ุฅุนู„ุงู… ، ูˆู…ู†ุทู„ู‚ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ูˆุงู„ุจุนูˆุซ ، ูˆูŠุจุฑู… ููŠู‡ ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ููŠ ุงู„ุณู„ู… ูˆุงู„ุญุฑุจ . ูˆุฃูˆู„ ุนู…ู„ ุฐูŠ ุจุงู„ ุจุฏุฃู‡ ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุญูŠู† ู‚ุฏู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ู…ู‡ุงุฌุฑุง ุฃู† ุดุฑุน ููŠ ุจู†ุงุก ุงู„ู…ุณุฌุฏ ، ูˆูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฅุฐุง ู‚ุฏู… ุฃู† ุณูุฑ ุจุฏุฃ ุจุงู„ู…ุณุฌุฏ ، ูƒู…ุง ูˆุฑุฏ ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญ .

“Masjid adalah tempat shalat bagi (shalat) jamaah dan shalat jumat, dan setiap tempat yang dijadikan oleh manusia sebagai tempat shalat maka itu adalah masjid.

Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dijadikan untukku bumi sebagai masjid yang suci.” Sesungguhnya penamaan masjid merupakan sesuatu yang lebih khusus dibanding semua bagian bumi. Dan, masjid dalam Islam, sebagaimana pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bukanlah hanya tempat shalat semata, bahkan di sana menjadi titik tolak aktifitas yang banyak ...

Dahulu Nabi Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengikat (mengadakan) berbagai perkumpulan, menerima utusan, dan mendirikan berbagai halaqah dzikir, ilmu, dan informasi, mengirim da’i dan utusan, memperkuat segala urusan yang terkait hal perdamaian dan perang.

Aktifitas pertama yang dimulai oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika datang hijrah ke Madinah adalah menetapkan pembangunan masjid, dan Nabi Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam, jika datang dari berpergian juga mampir ke masjid dulu, sebagaimana diriwayatkan dari hadits shahih.” ( *Syaikh Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql*, Atsarul ‘Ulama fi Tahqiqi Risalatil Masjid, Hal. 12. Mawqi’ Al Islam)

Ada pun yang menjadi batasan masjid telah terjadi perbedaan para ulama, namun pandangan yang lebih mengena adalah ruang apa pun yang padanya jamaah sudah layak melakukan shalat tahiyatul masjid, maka dia termasuk bagian masjid.

Maka, taman masjid, parkiran, ruang perpustakaan, aula yang disewakan, bukanlah termasuk masjid walau mereka di lingkungan sekitar atau area masjid.

Sebab, tempat-tempat ini tidak lazim digunakan untuk tahiyatul masjid, dan biasanya manusia tidak akan berfikir tahiyatul masjid di dalamnya. Sehingga jika mu’takif (orang yang I’tikaf) ke tempat-tempat ini tanpa hajat yang syar’i, maka I’tikafnya terputus.

Wallahu A’lam

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala...