QS. Al-Qiyamah (Bag. 1)

πŸ“† Senin, 11 Rajab 1437H / 18 April 2016
πŸ“š Tadabbur Al-Qur'an

πŸ“ Dr. Saiful Bahri, M.A

πŸ“‹ QS. Al-Qiyamah (Bag. 1)

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

πŸ“šMukaddimah: PENYESALAN – PENYESALAN

Surat al-QiyΓ’mah diturunkan Allah di Makkah setelah surat al-QΓ’ri’ah [1]. Tema besar surat ini mengungkapkan kedahsyatan hari kiamat. Menggambarkan suasana yang sangat mengerikan dan menegangkan bagi siapa saja. Terlebih saat manusia dibangkitkan. Hal ini sekaligus sebagai jawaban bagi orang –orang yang mengingkari dan mendustakannya[2].

Ayat pertama surat ini yang sangat menyentak

πŸ“Œ“Aku bersumpah demi hari kiamat”. (QS.75: 1).

Pada ayat ini Allah menggunakan “lΓ’ nafi lil qasam” yaitu menguatkan sumpah dengan cara menafikannya. Tujuannya untuk mengcounter pengingkaran orang-orang kafir [3].

Mengapa Allah perlu bersumpah? Hal ini menunjukan betapa pentingnya hari kiamat. Hari kebangkitan yang pasti terjadi itu masih saja banyak yang mengingkarinya. Dan pada hari kebangkitan itu nantinya semua manusia akan menyesali dirinya. Jika ia telah berbuat baik, maka ia menyesal mengapa tak menambah amal baiknya. Apalagi jika ia berlaku buruk, ia akan sangat menyesal. Karena semua kebenaran saat itu benar-benar terungkap. Cobalah kita renungi ayat berikutnya,

πŸ“Œ“Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. (QS.75: 2)

Dan sangat mengherankan jika manusia meragukan atau bahkan mengingkari hari penentuan itu,

πŸ“Œ“Apakah manusia mengira bahwa kami tidak mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”. (QS.75: 3).

Kelak akan Allah susun lagi bagian-bagian tubuhnya hingga sempurna .

πŸ“Œ“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna”. (QS. 75: 4).

Sayangnya, justru kebanyakan manusia memperturutkan hawa nafsunya. Kemudian memperbanyak maksiat serta menunda-nunda taubat. Tak segan-segan ia menantang Allah dan mengatakan,

πŸ“Œ“Bilakah hari kiamat itu?”. (QS.75: 6)

πŸ“šHari Kiamat yang Sesungguhnya

Saat hari kiamat datang. Sulit untuk dibayangkan apa yang terjadi pada alam semesta.

πŸ“Œ“Maka apabila mata terbelalak (ketakutan). Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan matahari dan bulan dikumpulkan”. (QS. 75:  7-9).

Mungkin saat itu orang-orang yang mengingkarinya baru benar-benar percaya dan ia benar-benar menyesal. Bahkan ia pun kebingungan apa yang harus dilakukannya. Berlari, kemanakah tempat berlari.

πŸ“Œ“Pada hari itu manusia berkata: “Kemana tempat berlari?” Sekali-kali tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmulah pada hari itu tempat kembali”. (QS. 75: 10-12)

Hari yang lari tak bermanfaat dan tak bisa membantu menyelamatkan orang-orang yang mengingkarinya. Tidak juga ditemukan persembunyian yang benar-benar bisa dijadikan tempat berlindung [4].

πŸ“Œ“Pada hari itu diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya. Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya”. (QS.75: 13-15)

Di hari pengadilan Sang Maha Adil itu, tak ada seorang pun yang bisa memungkiri dirinya sendiri. Karena seluruh anggota tubuhnya menjadi saksi atas segala sesuatu yang diperbuatnya.

πŸ“Œ“Pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan [5]”.

Maka apapun alasannya tak akan mampu meringankan keputusan yang Allah jatuhkan padanya. Karena pada tabiatnya manusia sangat menyukai alasan demi menutupi kesalahan dan keburukan yang dilakukannya untuk membela dirinya

Padahal sesungguhnya manusia telah dibekali akal untuk berpikir. Juga hati yang jernih untuk dimintai pertimbangan. Senada dengan petuah bijak dari seorang ahli hikmah dari asia tengah;al-Hakim at-Tirmidzi,

πŸ“Œ‘’Hari yang segala alasan menjadi tak berguna. Karena manusia telah dibekali dengan bashirah. Tapi ia menjadi buta karena hawa nafsunya. Padahal bashirah itu sebenarnya tahu bahwa ia takkan mampu mengingkari Tuhannya kalaulah tidak tertutup oleh nafsu’’[6].

πŸ“šAl-Qur’an Sumber Dakwah yang Dijaga

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "QS. Al-Qiyamah (Bag. 1)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI