Menganggap bahwa taubat hanya layak dilakukan apabila telah yakin bahwa dirinya tidak akan kembali bermaksiat.

πŸ“† Jumat, 08 Rajab 1437H / 15 April 2016

πŸ“š Motivasi

πŸ“ Ustadz Abdullah Haidir Lc.

πŸ“‹ KEKELIRUAN SEPUTAR TAUBAT

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Kekeliruan:

✅Menganggap bahwa taubat hanya layak dilakukan apabila telah yakin bahwa dirinya tidak akan kembali bermaksiat.

✅Menunda-nunda bertaubat karena khawatir dirinya akan mengulangi kemaksiatan yang sama.

✅Kian larut dalam maksiat tanpa keinginan mengurangi. Menganggap bahwa taubat tak bermanfaat selama masih suka berdosa.

✅Jika kembali berbuat dosa dirinya menganggap telah mempermainkn taubat dan bersikap munafik.

✅Lebih mengedepankan motivasi duniawi ketimbang ikhlas semata krn Allah seraya berharap ridho dan ampunanNya.

✅Rancu dlm memahami antar "tekad" tak kembali bermaksiat dengan "jaminan" tidak kembali bermaksiat.

✅Tekad tidak kembali bermaksiat adalah syarat taubat. Tapi jaminan tdk kembali bermaksiat bukan syarat taubat.

✅Meninggalkan kewajiban-kewajiban agama dan menjauhi majelis orang-orang saleh dan majelis zikir dengan anggapan dirinya masih penuh kotoran maksiat.

✅Hanya suka membesar-besarkan dosanya, lupa dengan kemurahan dan ampunan Allah yg lebih besar.

✅Tidak bertaubat lagi jika ternyata mengulangi maksiat dengan anggapan taubat berikutnya tidak diterima.

πŸ’¦Yang benar,
❣jika bermaksiat lagi, taubat lagi...
❣bermaksiat lagi, taubat lagi.
❣Kalahkan setan oleh taubatmu sebelum dia mengalahkanmu dg ke-putus asa-an mu..

❣Sebelum nyawa sampai kerongkongan, atau matahari terbit dari barat, tidak ada yg menutup pintu taubat, selama ikhlas...

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Menganggap bahwa taubat hanya layak dilakukan apabila telah yakin bahwa dirinya tidak akan kembali bermaksiat."

Post a Comment

NASEHAT HARI INI