Sedekah dengan Penghasilan Sendiri, Haruskah Istri Minta Ijin Suami?

✏Ustadzah Dra Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
                                                                 
๐Ÿ“Œ Assalamuallaikum.

 Pertanyaan            
1. saya seorang istri yg bekerja. Bagaimana hukumnya sedekah dg penghasilan sendiri. Apakah hrs seijin suami.
2.Apa  saja kategori mati syahid fii sabilillah? Bagaimana cara meraihnya? Setiap mendengar keutamaan2 mati syahid hati sy bergemuruh, air mata tak terbendung.  bisakah mendapatkan?? Sedangkan sy bukan siapa2

๐Ÿ‘†๐ŸปMember ๐Ÿ…ฐ2⃣8⃣.  

 _______________
Jawaban nya.                        

Wa'alaikumsalam.  

 Pertanyaan 1

Tidak ada kewajiban dalam hal penunaian zakat ini, sebab sudah sangat jelas bahwa harta istri adalah hak mutlak miliknya.

Walaupun demikian, mengkomunikasikan hal ini kepada suami merupakan penghormatan dan etika yang baik terhadap suami

Dalil yang menjadi dasar adalah:

1. Setelah khuthbah ied Rasulullah menganjurkan para wanita untuk bersedekah dan mereka pun langsung melakukannya, tanpa izin dahulu kepada suami mereka. Dalam hadis Ibnu ‘Abbas ia berkata: ”Pada suatu hari Nabi SAW shalat Idul Fithri dua rakaat. Ia tidak shalat sebelum maupun sesudahnya. Kemudian (setelah khutbah) beliau mendatangi tempat para wanita, sementara Bilal menyertainya. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka mulailah mereka melemparkan perhiasan mereka (ke kain yang dibentangkan Bilal untuk menampung sedekah), ada wanita yang melemparkan anting-anting dan kalungnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2.Asma’ bint Abu Bakr diizinkan Rasulullah untuk bersedekah dari harta pemberian suaminya, yaitu Zubair ibn al-’Awwam. Asma’ bercerita: ”Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang diberikan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rezekimu’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan dalil-dalil tsb, maka  sedekah atau zakat pada dasarnya tidak perlu izin dari suami. Bila pun izin, maka yang demikian lebih baik sebagai apresiasi kepada kepemimpinannya. Wallahu a’lam.

Pertanyaan2

Definisi syahid menurut para ulama

a. Al-Hanafiyah

Mewakili madzhab Al-Hanafiyah, Ibnu Abidin mendefinisikan tentang orang yang mati syahid sebagai :

ู‡ُูˆَ ูƒُู„ُّ ู…ُูƒَู„َّูٍ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ุทَุงู‡ِุฑٍ ู‚ُุชِู„َ ุธُู„ْู…ًุง ุจِุฌَุงุฑِุญَุฉٍ

Semua orang yang mukallaf, muslim, suci dari hadats, terbunuh secara zalim dengan luka-luka.

b. Al-Malikiyah

Ada pun ulama di kalangan madzhab Al-Malikiyah membuat definisi tentang orang yang mati syahid dengan redaksi :

ุดَู‡ِูŠْุฏٌ ู…ُุนْุชَุฑِูƒٌ ูَู‚َุทْ ูˆَู„َูˆْ ุจِุจَู„َุฏِ ุงู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ุฃَูˆْู„َู…ْ ูŠُู‚َุงุชِู„ْ ูˆَุฅِู†ْ ุฃَุฌْู†َุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฃَุญْุณَู†ِ ุฅِู„ุงَّ ุฅِู†ْ ุฑَูَุนَ ุญَูŠًุง ูˆَุฅِู†ْ ุฃَู†ْูَุฐَุชْ ู…ُู‚َุงุชِู„ู‡ُ

Hanya yang ikut dalam perang fisik saja, meski matinya di negeri Islam dan tidak ikut membunuh, meski pun berjanabah, dan bukan orang yang keluar dalam keadaan hidup meski ditolong oleh lawan.

c. Asy-Syafi’iyah

Sedangkan definisi mati syahid dalam pandangan mazhab Asy-Syafi’iyah adalah :

ู…َู†ْ ู…َุงุชَ ุจِุณَุจَุจِ ู‚ِุชَุงู„ِ ุงู„ูƒُูَّุงุฑِ ุญَุงู„َ ู‚ِูŠَุงู…ِ ุงู„ู‚ِุชَุงู„ِ

Orang yang mati karena sebab memerangi orang-orang kafir ketika terjadi peperangan.    Kesimpulannya, melihat definisi diatas, siapapun bisa berpeluang tuk mendapatkan syahid bila ia sungguh sungguh berjuang tuk fi sabilillah.

 ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

0 Response to "Sedekah dengan Penghasilan Sendiri, Haruskah Istri Minta Ijin Suami?"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI