Perjanjian yang Merontokkan Turki Utsmani, Melahirkan Republik Turki, dan Menaikkan Mustafa Kemal

📆 Kamis, 8 Jumadil Akhir 1437H / 17 Maret 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Baca untuk sedikit memahami masa genting itu: Perjanjian Sèvres - 10 Agustus 1920

Perjanjian ini adalah satu dari serangkaian perjanjian yg diadakan oleh negara-negara pemenang Perang Dunia Pertama untuk menekan negara-negara Central Powers kepada kehendaknya. Perjanjian Sèvres ini ditandatangani pada hari Selasa 25 Dzul-Qa'dah 1338 Hijriah (10 Agustus 1920) di pabrik keramik di Sèvres, Paris.
Perjanjian ini menjadi awal dari pengeratan atas serta penghancuran Khilafah Turki Utsmani.

📎Penghancuran Khilafah Turki Utsmani

Butir-butir perjanjian ini yang begitu menyakitkan bagi Turki Utsmani karena dilandasi oleh dendam atas kekalahan negara-negara Sekutu pada Kampanye Militer di Gallipoli. Butiran yang menunjukkan hal tersebut adalah menyatakan bahwa "negara" Turki yang baru harus melepaskan seluruh wilayah Turki Utsmani yang penduduknya tidak berbudaya Turki berikut sebagian wilayah Turkinya yg strategis. Butir perjanjian yang paling brutal adalah wilayah Turki Utsmani di bagian timur dari Mediterranean yg semuanya dikerat serta diperuntukkan bagi Mandat Inggris bagi Palestina dan Mandat Perancis bagi Syria.

📎 Efek pada Nasionalisme Turki

Butiran perjanjian ini mendidihkan rasa permusuhan serta meningkatkan sentimen nasionalisme bangsa Turki. Sebagai bentuk kebencian atas keputusan dan keputusasaan ini terlihat pada tindakan mencabut hak kewarganegaraan atas keempat perwakilan resmi Turki Utsmani yg menandatangani (signatories) perjanjian tersebut. Keempat orang tersebut adalah Rıza Tevfik, Menteri Utama (Grand Vizier) Damat Ferid Pasha, duta besar Hadi Pasha, dan Menteri Pendidikan Reşid Halis; mereka berempat diutus oleh Sultan Mehmed VI.

Pencabutan status kewarganegaraan keempat orang utusan tersebut dilakukan oleh Perwakilan Tinggi Nasional (Grand National Assembly) yg dipimpin oleh Mustafa Kemal. Butiran perjanjian yg begitu keras itu akhirnya mendorong meletusnya Perang Kemerdekaan Turki (Turkish War of Independence) yang bertujuan untuk mengusir seluruh pasukan pendudukan Sekutu di tanah bekas Turki Utsmani. Perang ini kemudian berakhir setelah disepakatinya Perjanjian Lausanne yg butirnya dapat diterima oleh Mustafa Kemal dan pasukan nasionalis Turki yg dipimpinnya. Perjanjian Lausanne lah yang kemudian melahirkan Republik Turki.

📎Perjanjian Lain dan Kesepakatan Rahasia

Dalam perspektif yang sama, Perjanjian Versailles (28 Juni 1919) yg ditandatangani oleh Jerman dirancang untuk menghalangi seluruh konsensinya atas mendiang Khilafah Turki Utsmani, termasuk diantara yang paling penting adalah pelarangan atas hak perekonomian serta hak perdagangan bagi Jerman di wilayah Turki Utsmani.

Disamping itu, Perancis, Inggris, dan Italia juga menyepakati Perjanjian Tiga Pihak ("Tripartite Agreement") pada tanggal yg sama untuk memastikan konsensi kepentingan Inggris atas sumber minyak dan perdagangan di seluruh bekas wilayah Turki Utsmani. Termasuk diantaranya adalah pengambil-alihan sejumlah perusahaan Jerman kepada sejumlah perusahaan Tripartite yg kemudian beroperasi di bekas wilayah Khilafah Turki Utsmani.

📌Beratnya Butiran Sèvres

Butiran yg dipaksakan pada Perjanjian Sèvres atas Turki Utsmani terbukti lebih keras daripada butiran pada Perjanjian Versailles atas Jerman. Negosiasi terbuka pasca Perjanjian Versailles antar Sekutu berlangsung selama hampir 15 bulan yang dimulai dari Konferensi Perdamaian Paris hingga ke Konferensi London dan baru menemukan bentuknya setelah Konferensi San Remo pada bulan April 1920.

📎Perjanjian Rahasia Lainnya

Perancis, Italia, dan Inggris sudah secara rahasia membagi dan mengerat wilayah Khilafah Turki Utsmani bahkan sejak 1915. Namun, pelaksanaannya mundur akibat sulitnya mendapatkan kesepakatan antar negara Sekut itu sendiri dan pada akhirnya dipengaruhi oleh efek dari Pergerakan Kemerdekaan Turki.

Perjanjian Sèveres ini dibekukan selama Perang Kemerdekaan Turki hingga pihak-pihak yang bertikai dapat menyepakati kembali butirannya yg termaktub di dalam Perjanjian Lausanne yg ditandatangani dua kali pada tahun 1923 dan 1924.

Negara Sekutu besar yang diperkecualikan dalam Perjanjian Sèvres adalah Amerika Serikat. Russia juga tidak masuk dalam Perjanjan Sèvres ini karena sudah memiliki negosiasi terpisah pada Perjanjian Brest-Litovsk 1918 langsung dengan Turki Utsmani. Pada perjanjian Brest-Litovsk itu, atas tekanan langsung dari Menteri Utama (Grand Visier waktu itu) Talat Pasha maka Turki Utsmani memperoleh kembali wilayah yg dirampas oleh Russia pada Perang Russia-Turki Utsmani 1877-78. Wilayah yg dikembalikan kepada Turki Utsmani adalah Ardahan, Kars, and Batumi. Sir George Dixon Grahame dari Inggris, Alexandre Miller dari Perancis, dan Count Lelio Bonin Longore dari Italia turut menandatangani perjanjian itu.

Agung Waspodo, tertegun betapa diplomat dan diplomasi menjadi prajurit tempur di meja perundingan dan dampaknya bisa lebih dahsyat daripada kemenangan di medan perang, baru sedikit memahami setelah 95 tahun kemudian.. belum satu abad hal ini terjadi, kawan!

Depok, 10 Agustus 2015.. hampir masuk waktu maghrib.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Perjanjian yang Merontokkan Turki Utsmani, Melahirkan Republik Turki, dan Menaikkan Mustafa Kemal"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI