Pengantar Aqidah Islamiyah

๐Ÿ“ Ustadz Hermawan S Ag.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

1⃣. Pengertian Aqidah Islamiyah

๐Ÿ’ฆMenurut  bahasa:
Aqidah  berasal dari ‘aqoda- ya’qudu – ‘uqdatan wa’aqidatan, yang berarti :

1. Ikatan  
2. Janji 
3. Keyakinan yang mantap

๐Ÿ’ฆMenurut Istilah :
“Perkara-perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan hati merasa tenang karenanya serta menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya yang tidak dicampuri keraguan sedikitpun”.

Aqidah artinya adalah ikatan. 
Sesuatu yang diikat biasanya mempunyai tujuan dan manfaat yang luar biasa. 

Contoh sapu diikat tujuannya agar bisa dihimpun dan tidak berserakan serta bisa digunakan dengan multi manfaat. 

Manfaatnya tentu sangat besar. Sapu yang diikat dengan kuat dapat digunakan  untuk membersihkan sampah, debu bahkan bisa digunakan untuk membunuh binatang. 
Bandingkan dengan sapu yang tidak diikat. 

Contoh yang lain adalah binatang. Binatang yang tidak diikat ia akan liar. Dedaunan apapun yang ia temukan akan dimakan tidak peduli apakah daun itu dijalan atau ditanah orang lain dan tidak peduli bagaimana cara ia mendapatkan daun itu. Apakah dengan cara menginjak tanaman atau merusak kebon orang lain. 

Yang lebih parah lagi pemiliknya sulit mengendalikan binatang yang tidak ikat. Bahkan bisa jadi mengancam keselamatan sipemiliknya. 

Sekarang bandingkan dengan binatang yang diikat. Ia akan mudah dikendalikan oleh pemiliknya, ia tidak akan liar dan tidak akan merusak tanaman orang lain. Binatang yang diikat biasanya lebih jinak kepada siapapun wabilkhusus kepada pemilikinya.

๐Ÿ’งSekarang sebuah pertanyaan: 
a. Tali seperti apa yang biasa digunakan dan hasilnya efektif?
b. Dan bagaimana cara mengikat yang efektif?

Dari pertanyaan diatas tentu kita bisa menebak. Untuk mengikat sapu misalnya apakah lebih bagus dan lebih kuat tali rapia atau tali dari pandan. Kalau melihat mana yang lebih kuat dan tahan lama maka tali dari pandan itu lebih kuat dan tahan lama. 

Kalau mengikat bintang, sapi misalnya. Apakah dengan tali rapia, tali plastic ata tali yang terbuat dari kulit kelapa? 

Kalau melihat mana yang lebih kuat dan efektif tali yang terbuat dari kulit kelapa lebih kuat dan efektif karena nyaman dipegang oleh pemiliknya. 

Mengapa kita sampe memperhatikan jenis tali yang digunakan? karena manfaat yang ingin kita capai tentu lebih besar daripada mudaratnya. 

Sekarang bandingkan jika tali yang digunakan untuk mengikat sapu dengan tali rapia, bandingan hasilnya  dengan sapu yang diikat dengan tali dari pandan. Sapu yang diikat dengan tali yang terbuat dari kulit pandan  saat digunakan akan terasa lebih kuat  dan kokoh. Dan ini akan berpengaruh pada pengguna yang tentunya berpengaruh pada hasilnya. 

Sekarang jika binatang  diikat dengan tali rapia atau dengan tali plastik bandingkan dengan binatang yang diikat dengan tali yang terbuat dari kulit kelapa… pastinya kalau melihat sisi kenyamanan dipegang oleh pemiliknya dan kemudahan dalam mengendalikan binatang semisal sapi maka tali yang terbuat dari kulit kelapa yang lebih nyaman dan kuat.
๐Ÿ’งSelanjutnya bagaimana cara mengikat yang efektif sehingga hasilnya sesuai dengan harapan pemiliknya? 

Salah satu contoh mengikat binatang. Mengikat binatang agar lebih mudah dikendalikan tentunya kalau binatang itu adalah sapi maka cara mengikat yang efektif adalah dengan memasukan tali ke hidunganya. Hasilnya binatang itu akan mudah dan tunduk kepada siapapun yang menuntunnya. 

Sekarang bandingkan apa yang terjadi jika sapi diikat pada lehernya. Tentu yang terjadi adalah binatang tersebut akan liar, melawan dan bahkan mengancam sipenuntunnya.
Bicara tentang tali dan cara efektif mengikat benda sejenis sapu atau binatang, kira-kira apa hubungannya dengan aqidah Islamiyah yang menjadi topic bahasan ini?
Tentunya sebagai perban dingan bahwa benda atau binatang saja kalau ingin memberi manfaat yang lebih besar bagi pemiliknya harus diikat dengan alat ikat dan cara mengikat yang efektif. 

Apalagi manusia yang jelas-jelas diciptakan dangan fii ahsani taqwiim dan tujuan untuk liya’budun (sebaik baik penciptaan dan diciptakanuntuk beribadah kepada Allah). 
Kita akan menemukan ketika manusia tidak diikat dengan alat ikat dan cara mengikat yang efektif. Mereka akan lebih liar melebihi liarnya binatang, kalau binatang liar hanya memakan tanaman  dan dedaunan tapi kalau manusa bukan hanya mengambil harta orang lain sejenis merampok dan korupsi tapi bahkan bisa menghabisi pemiliknya. 

Menghalalkan segala cara, berprilaku seperti binatang itulah yang kita temukan dan saksikan ketika manusia tidak diikat dengan alat ikat dan cara mengikat yang efektif.
  
Manusia agar tetap mulia dan mampu merealisasikan tujuan kepenciptaannya yaitu agar menyembah penciptanya, maka ia harus diikat. Berbeda dengan binatang kalau binatang diikat dengan tali maka tali ikat manusia adalah Islam karenanya disebut dengan aqidah Islamiyah. 

๐Ÿ’งDalam pembahasan di atas mengapa kita sampai memperhatikan kualitas tali sabagai alat pengikat dan cara efektik dalam mengikat? 

Kita akan menemukan banyak alat pengikat manusia termasuk cara mengikatnya. Contoh manusia diikat dengan materi jadilah ia materialism. Diikat dengan keyakinan yang sesat terhadap hal-hal yang gaib jadilah ia animism. Keyakinan terhadap benda yang mempunyai kekuatan gaib jadilah ia dinamisme, hidup tanpa ketuhanan jadilah komunisme. Diikat dengan kebebasan jadilah ia liberalism dan sebagainya. 

๐Ÿ’ฆJadi jelaslah bahwa tali ikatan yang Allah berikan untuk menusia agar ia tetap dalam tujuan kepenciptannnya adalah aqidah Islamiyah. 

Selanjutnya cara mengikat manusia. Cara mengikat binatang agar mudah dikendalikan dan jinak kepada siapapun yang menuntunnya maka ia diikat dengan cara memasukan tali ke hidungnya. Dan manusia bukan binatang. Sesuatu yang tidak mungkin mengikat manusia dengan mengikat salah satu anggota tubuhnya. Termasuk mengikat manusia seperti dipenjara. 

๐Ÿ’ฆManusia mempunyai akal. Dan manusia terbukti    ketika diikat salah satu anggota tubuhnya atau bahkan dipenjara sekalipun ia akan mampu melepaskan diri. Allah telah menuntun nabinya dan Rasulullah telah membimbing ummatnya, bahwa cara efektif mengikat manusia adalah dengan mengikat hatinya.

2⃣. Sasaran Aqidah islamiyah


Sasaran aqidah islamiyah adalah mengikat dan membersihkan serta memantapkan keyakinan hati.  

๐Ÿ’งMengapa hati yang menjadi sasaran ?

Hati manusia berada dalam genggaman Allah Swt. Dan Allah akan membolak balikan hati manusia tergantung  keadaan hati manusia. Inilah mengapa Rasulullah saw selalu mengingatkan para sahabatnya dan juga kepada kita semua.. dalam sebuah dialog dengan para sahabatnya.
๐Ÿ”นNabi saw juga selalu berdoa kepada Allah seperti yang diceritakan oleh Abu Sufyan dari Anas bin Malik:

ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠُูƒْุซِุฑُ ุฃَู†ْ ูŠَู‚ُูˆู„َ ูŠَุง ู…ُู‚َู„ِّุจَ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจِ ุซَุจِّุชْ ู‚َู„ْุจِูŠ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِูƒَ ูَู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขู…َู†َّุง ุจِูƒَ ูˆَุจِู…َุง ุฌِุฆْุชَ ุจِู‡ِ ูَู‡َู„ْ ุชَุฎَุงูُ ุนَู„َูŠْู†َุง ู‚َุงู„َ ู†َุนَู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจَ ุจَูŠْู†َ ุฃُุตْุจُุนَูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุฃَุตَุงุจِุนِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠُู‚َู„ِّุจُู‡َุง ูƒَูŠْูَ ูŠَุดَุงุกُ

“Wahai Zat yang selalu membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati saya pada agama-Mu, 
maka saya berkata: Wahai Rasulullah saw, kami telah beriman kepadamu dan beriman terhadap yang engkau bawa, apakah engkau tetap khawatir atas kami. 

Nabi bersabda: sesungguhnya hati-hati itu berada di antara tangan-tangan Allah, Dia mampu membolak-balikkannya sebagaimana Dia Kehendaki”. (Tirmidzi)

๐ŸŒทFungsi hati 

๐Ÿ”น Prilaku seseorang merupakan cermin dari keadaan hati, bila hati bersih , maka prilakunyapun baik, bila hati rusak maka prlaku rusak.  Rasulullah saw bersabda:

ุงَู„ุงَ ุงِู†َّ ูِูŠ ุงู„ุฌَุณَุฏِ ู…ُุถْุบَุฉ ุงِุฐุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُู‡ُ ูˆَุงِุฐุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَุงู„ุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُู‡ُ ุงَู„ุงَ ูˆَู‡ِูŠَ ุงู„ู‚َู„ْุจُ  (ุฑูˆู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…)

Ketahuilah bahwa sesunggunhynya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati (alqalbu). (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentunya dalam kehidupan sering kita menemukan,  terkadang seseorang melakukan kebaikan namun tujuan melakukannya untuk popularitas, untuk seseorang yang ia cintai. Untuk sesorang yang ia hormati. Untuk sanjungan yang ia harapkan. 

Karenanya kita jangan terjebak oleh kebaikan seseorang. Oleh karena itu prinsip kita adalah setiap hati yang bersih akan melahirkan prilaku yang baik dengan niat lillahi ta’ala , tetapi tidak setiap prilaku yang baik adalah cerminan dari hati yang baik. Inilah pentingnya setiap manusia untuk selalu membersihkan hati dari berbagai macam kemusyrikan, dari penyakit hati dari berbagai prilaku tercela dengan mengokohkan aqidah yang benar. Pemikiran yang benar dan prilaku yang yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah.

๐Ÿ’งBegitu pentingkah kita selalu memperhatikan kebersihan hati kita ? 

๐Ÿ’งKalau ditanya seberapa penting kita selalu memperhatikan hati untuk selalu bersih? 

Jawabannya adalah sangat penting. Mengapa? 

Tentu dengan landasan hadits diatas kita sudah bisa menjawabnya bahwa kalau hati kita bersih maka prilaku kita bersih. Dan kalau hati kita rusak maka prilaku kita jadi rusak. Namun tidak berhenti sampai disini, karena ternyata;

๐Ÿ”นAllah  swt, dalam menilai amal seseorang yang pertama dilihat adalah hatinya.
Rasulullah saw bersabda;

ูˆุนู†ْ ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉَ ุนุจุฏِ ุงู„ุฑุญู…ุงู†ِ ุจู†ِ ุตุฎุฑٍ ، ู‚َุงู„َ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ :    (( ุฅู†َّ ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠู†ْุธُุฑُ ุฅِู„ู‰ ุฃุฌْุณَุงู…ِูƒُู…ْ ، ูˆู„ุง ุฅِู„ู‰ ุตُูˆَุฑِูƒู…ْ ، ูˆَู„َูƒู† ูŠู†ْุธُุฑُ ุฅู„ู‰ ู‚ُู„ُูˆุจِูƒู…ْ ูˆุฃุนู…ุงู„ูƒู… )) ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… .

Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr r.a., katanya: 

Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." 
(Riwayat Muslim)


๐Ÿ”น Di akhirat kelak Allah hanya menerima orang yang datang menghadap-Nya dengan hati yang bersih.
Allah berfirman;

 “Dihari dimana harta dan anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang datang mengahadap Allah dengan hati yang bersih.”(26: 88-89)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Pengantar Aqidah Islamiyah"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI