Pahala Besar Bagi Sang Ayah (Tanggung Jawab Suami)

๐Ÿ“† Sabtu, 17 Jumadil Akhir 1437H / 26 Maret 2016

๐Ÿ“š KELUARGA

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ ู‚َูˆَّุงู…ُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ุจِู…َุง ูَุถَّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจَุนْุถَู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุจَุนْุถٍ ูˆَุจِู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ูَุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชُ ู‚َุงู†ِุชَุงุชٌ ุญَุงูِุธَุงุชٌ ู„ِู„ْุบَูŠْุจِ ุจِู…َุง ุญَูِุธَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงู„ู„َّุงุชِูŠ ุชَุฎَุงูُูˆู†َ ู†ُุดُูˆุฒَู‡ُู†َّ ูَุนِุธُูˆู‡ُู†َّ ูˆَุงู‡ْุฌُุฑُูˆู‡ُู†َّ ูِูŠ ุงู„ْู…َุถَุงุฌِุนِ ูˆَุงุถْุฑِุจُูˆู‡ُู†َّ ูَุฅِู†ْ ุฃَุทَุนْู†َูƒُู…ْ ูَู„َุง ุชَุจْุบُูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ุณَุจِูŠู„ًุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„ِูŠًّุง ูƒَุจِูŠุฑًุง

“ Laki-laki itu adalah pemimpin atas perempuan dengan sebab apa yang telah Allah lebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dan dengan sebab apa-apa yang mereka infaqkan dari harta-harta mereka. Maka perempuan-perempuan  yang shalihah adalah  yang qanitah (ahli ibadah), yang menjaga (kehormatannya) tatkala suami tidak ada dengan sebab Allah telah menjaganya. Adapun perempuan-perempuan yang kalian khawatirkan akan ketidaktaatannya maka nasihatilah mereka, dan tinggalkanlah di tempat-tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Akan tetapi jika mereka sudah mentaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan (untuk menyakiti) mereka, sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi dan  Maha Besar” (QS An-Nisa : 34).

Betapa indah Al-Qur’an mengungkap bagaimana suami dan istri, ayah dan ibu berbagi tanggung jawab dalam keluarga. Allah SWT menggunakan kata-kata “rijal” bagi para suami bukan jauz. Karena rijal menurut kamus al-ma’ani berarti orang dewasa dari kalangan Bani Adam. Maka kata rijal menyiratkan makna kegagahan, independensi, kekuatan, penuh tanggung jawab dan humanis. Demikianlah kata itu mengantarkannya pada tanggung jawab sesungguhnya dengan  pahala berlimpah bagi mereka yang menunaikannya karena Allah.
๐Ÿ”…Menela’ah ayat diatas, setidaknya kita temukan 2 tanggung jawab besar bagi seorang rijal:
✅ Qowwam (menjadi pemimpin dalam keluarga)
Kepemimpinan seorang suami dalam keluarga, meliputi 4 hal :
1⃣Pemimpin dalam masalah finansial (infaq) ; pada dasarnya suami bertanggung jawab penuh terhadap urusan finansial dalam keluarga. Pemenuhan kebutuhan finansial seluruh anggota keluarga menjadi  tanggung jawabnya.  Akan tetapi bukan berarti bahwa istri tidak boleh ikut berkontribusi finansial dalam keluarga. Rasulullah mengatakan bahwa harta istri yang dipakai untuk kebutuhan keluarga merupakan sedekah.  Saat istri ikut berkontribusi finansial, kepemimpinan suami tidak berubah atau berkurang. Ia tetap sebagai pemimpin dengan kewenangan penuh. Namun, seorang suami tidak boleh mewajibkan istri untuk menafkahi keluarga apalagi bergantung kepadanya. Allah SWT menyimpan hikmah yang banyak dibalik kepemimpinan suami dalam masalah finansial. Apabila ketentuan Allah ini dirubah oleh manusia, maka yang terjadi adalah kerusakan dan kehancuran. Oleh karena itu seyogyanya lapangan pekerjaan lebih banyak disediakan untuk kaum laki-laki agar mereka mampu merealisasikan tanggung jawabnya.

2⃣Pemimpin dalam pemeliharaan dan perawatan fisik dan psikis keluarga  (ri’ayah); suami bertanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan fisik maupun psikis anggota keluarganya. Ia tidak dapat menyerahkan begitu saja urusan ini kepada istri. Fenomena yang mulai hilang dalam masyarakat kita hari ini. Memperhatikan nilai gizi dan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga sesungguhnya adalah tanggung jawab seorang suami. Sama halnya dengan tanggung jawab terhadap psikisnya. Menciptakan kebahagiaan ditengah keluarga bukan hanya tanggung jawab istri, akan tetapi pada dasarnya adalah tanggung jawab suami. Seorang ibu memiliki peran besar dalam terciptanya stabilitas emosi anggota keluarga. Maka ayah memiliki peran yang lebih besar yaitu menjaga stabilitas emosi ibu. Membahagiakan istri, memperhatikan kondisi psikologinya, menghadapinya dengan penuh kasih sayang dan penghargaan merupakan salah satu cara seorang suami/ayah membahagiakan keluarganya. Ayah tidak hanya fokus membahagiakan anak-anaknya dan mengabaikan kebahagiaan ibu. Akan tetapi ia harus fokus membahagiakan seluruh anggota keluarga.

3⃣Pemimpin dalam perlindungan keluarga secara menyeluruh (himayah) ; ayahlah yang bertanggung jawab melindungi anggota keluarga. Dari segala serangan yang akan merusak kehidupan mereka. Terutama serangan yang berasal dari luar seperti pornografi, narkoba, dll. Kehadiran ayah di tengah anggota keluarga perlu diwujudkan dengan dibukanya komunikasi dengan seluruh anggota keluarga. Ayah tidak hanya membuka komunikasi dengan ibu akan tetapi dengan seluruh anggota keluarga. Anak-anak yang dekat dengan ayahnya akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena ia tahu bagaimana rasanya dihargai. Bukankah Rasulullah SAW terbiasa menggendong putra putri dan cucu-cucunya saat mereka kecil? Bahkan membiarkan mereka bergelayutan di tangan dan punggung beliau saat beliau sedang shalat. Hingga Fathimah putri beliau sudah berumah tangga, Rasulullah tetap menjalin komunikasi yang baik. Beliau mendengar curahan hati Fathimah, memberi support agar ia menjadi istri yang solihah dan ta’at serta menghiburnya disaat kabar sedih yang beliau dengar. Support dari Rasulullah SAW membuat Fathimah kuat mengarungi bahtera keluarga dalam kesulitan ekonomi bersama suaminya Ali bin Abi Thalib. Kehadiran Rasulullah sebagai orang tua bukan mengobarkan masalah yang ada akan tetapi memberi solusi tuntas. Demikianlah Rasulullah SAW memberi teladan bagaimana seorang ayah mewujudkan tanggung jawabnya.

4⃣Pemimpin dalam musyawarah keluarga (syuro); musyawarah merupakan kegiatan yang harus dibiasakan dalam keluarga. Didalam musyawarah anggota keluarga belajar mengungkapkan pendapat, memberi saran, memberi masukan dan mengambil keputusan. Ayahlah yang bertanggung jawab memimpin pengambilan keputusan itu. Mengapa demikian? Agar tidak ada saling menyalahkan di kemudian hari. Keputusan penting yang diambil oleh keluarga dengan dipimpin ayah akan menghadirkan tanggung jawab penuh dalam melaksanakannya oleh anggota keluarga. Berbeda dengan keputusan-keputusan yang diputuskan hanya oleh ibu atau anak-anak. Akan terasa berat dalam pelaksanaannya.

๐Ÿ”…Prinsip-prinsip kepemimpinan suami dikeluarga :
1⃣Sesuai kebutuhan
2⃣Dilaksanakan tanpa disertai sikap arogan/penghinaan kepada istri dan anggota keluarga
3⃣Dilaksanakan tanpa disertai sikap sewenang-wenang
4⃣Dilaksanakan tanpa disertai sikap dzalim.

๐Ÿ”…Kepemimpinan di dalam keluarga adalah kepemimpinan yang dilandasi oleh wuddiyah yaitu penuh cinta dan kasih sayang. Dimana seorang suami memperlakukan istri dan anak-anaknya bukan seperti budak atau bawahan yang harus tunduk patuh kepadanya, akan tetapi sebagai makhluk mulia yang Allah SWT titipkan kepadanya.

✅Infaq (memberi nafkah)
Nafkah merupakan tanggung jawab penuh seorang suami tanpa kecuali. Bila kondisi membutuhkan istri untuk ikut mencari tambahan finansial, maka bekerjanya istri tidak dilarang. Dan posisi istri adalah membantu, bukan mengambilalih tanggung jawab.
Secara fitrah laki-laki memiliki kecenderungan untuk mampu menghadapi kerasnya kehidupan dan kompetisi di luar rumah. Dan perjalanan mencari nafkah adalah perjalanan yang berat dan keras. Oleh karenanya Allah SWT sediakan pahala besar baginya.
๐Ÿ”…Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)” (HR. Muslim).

๐Ÿ”…Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), bahkan untuk makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari)

๐Ÿ”… Jabir bin Abdillah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “...para istri memiliki hak atas kalian (para suami) untuk dipenuhi rezekinya dan kebutuhan sandangnya dengan cara yang baik.” (HR Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda : “Apabila Allah memberikan kebaikan kepada salah seorang diantara kalian, hendaklah dia memulai dari dirinya dan keluarganya (dalam pengalokasiannya).” (HR Muslim)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Pahala Besar Bagi Sang Ayah (Tanggung Jawab Suami)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI