Mencegat Kafilah Dagang dalam Konteks Kekinian

✏ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

πŸŒΏπŸŒΊπŸπŸŒ»πŸ€πŸ„πŸŒΈπŸŒ·πŸŒΉ

1⃣Mau tanya ttg mencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian,
apakah sama dengan membeli cabe pada petani cabe yg ingin menjual dg menumpangi mobil angkot.si pembeli membelinya scr grosir ktika mobil yg di tumpangi berhenti sblm smpai pasar... si penjual pun ridho dg harga yg di tawarkan si pembeli.
nah,, si pembeli td bermaksud utk menjual kembali di pasar scra ecer

2⃣Sy bgbung dlm sbuah lembaga, dan mdapat tagihan tunggakan iuran koperasi yg mnurut sy berat. Padahal sy tdk pnah ingin ataupun mbuat pjanjian 'hitam diatas putih' dgn pihak lembaga tsebut untuk bgabung sbg anggota koperasix. Seolah2 sy sdh berhutang.
Pihak lembaga mwajibkn agg u msuk angg koperasi walaupun mrk tdk stuju dan tsb dan memotong gaji sy stiap bulanx.
Apakah itu termasuk hutang?

πŸ…°2⃣1⃣

🌿🌿🌿Jawab🌿🌿🌿

1⃣Mencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian lebih mirip dgn para tengkulak yg "mencegat" para petani langsung dari sawah ladangnya, terlebih ketika petani tdk punya pilihan lain kecuali menjual kpd tengkulak tsb, krn misalnya sudah di kasih dp atau diberikan pinjaman dulu seblumnya oleh para tengkulak. Adapun pedagang yg dicegat di jalan, namun terjadi tawar menawar dan petani tahu persis berapa harga cabe tsb di pasar, lalu sepakat dgn harga yg ditawarkan, maka boleh saja. Poin penting dalam larangan mencegat kafilah dagang adalah krn petani tdk tahu harga pasar, lalu dicegat di tengah jalan dan dikelabui harga pasar dgn harga fiktif lalu ia menjualnya jauh di bawah harga pasar.
Wallahu A'lam

2⃣Jika masuk lembaga tsb memang dipersyaratkan harus menjadi anggota koperasinya dan kita menyetujuinya, maka menjadi keharusan. Dan pembayaran yg belum dibayarkan bisa menjadi hutang. Namun dalam hal tidak ada persyaratan spt itu, maka menjadi anggota koperasinya menjadi tdk wajib dan seharusnya tdk menjadi hutang.

πŸŒΏπŸŒΊπŸπŸ„πŸŒΈπŸŒ»πŸŒ·πŸŒΉ

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

πŸ’ΌSebarkan! Raih Bahagia...

0 Response to "Mencegat Kafilah Dagang dalam Konteks Kekinian"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI