Ketika Semangat Juang Yang Tinggi Dipimpin Secara Baik Maka Jumlah, Jarak, dan Besarnya Jumlah Lawan Menjadi Tidak Berpengaruh..

πŸ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ 

Pertempuran Akhazic - 9 Agustus 1828

Pertempuran ini terjadi di luar Benteng Akhaltsikhe pada hari Sabtu 28 Muharam 1244 (9 Agustus 1828) sebagai bagian dari  Perang Russia-Turki Utsmani 1828-29 di front Caucasus. 

Pertempuran ini mempertemukan 9.000 pasukan Russia dipimpin okeh Field-Marshal Paskevich dan 30.000 pasukan Khilafah Turki Utsmani dipimpin oleh Kios-Mahomet-Pasha. 

Pertempuran ini memukul mundur pasukan Turki Utsmani ke dalam benteng dimana tinggal 5.000 personil yg terus bertahan sampai Russia berhasil mengalahkannya.

πŸ“ŒLatar Belakang

Sekitar 64 kilometer ke sebelah barat Benteng Akhaltsikhe Kios Pasha memposisikan 10.000 pasukan Turki Utsmani utk mengawasi Lembah Borjomi yg membentang timur laut sampai Georgia. Posisi pada Benteng Atskhur yg strategis ini membuat pasukan Russia untuk menghindari jalur frontal melewati kota Ardahan, sehingga Paskevich memimpin 8.000 anak buahnya menembus jalur belukar yg baru selama 3 hari. Pasukan Russia ini tiba secara tak terduga pada hari Ahad 22 Muharam 1244 Hijriah (3 Agustus 1828).

⚔Disposisi Kekuatan & Pertempuran

Melihat kejutan itu dan posisinya yg mengancam Benteng Akhaltsikhe, maka Kios Pasha menggerakan 30.000 pasukan cadangannya ke dekat benteng. Kini posisi Paskevich yg terjepit antara dua kekuatan Khilafah Turki Utsmani tanpa ada jalur mundur yang jelas. Tidak hendak menunggu keadaan menjadi lebih buruk, Paskevich mengerahkan pasukannya yg masih letih namun bermoral tempur tinggi untuk mendahului menyerang posisi Turki Utsmani pada hari Sabtu 28 Muharam 1244 Hijriah (9 Agustus 1828).

πŸ”…Kembali terlihat bahwa jumlah pasukan yang sedikit namun tampil dengan semangat juang yang tinggi merupakan modal kekuatan yang amat besar, apalagi jika mereka membuat manuver yang tidak diduga serta melakukannya dengan kecepatam yang tinggi. Kesemua faktor tersebut merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan untung memberikan pendadakan terhadap posisi lawan.

Pertempuran berlangsung 1 hari penuh dan korban di pihak Turki Utsmani berjumlah besar disamping banyak juga yang mundur tanpa perintah. Sekitar 5.000 pasukan Turki Utsmani, yang masih kuat bertahan bersama Kios Pasha yg sudah terluka, bergegas masuk ke dalam benteng. Sisa pasukan lainnya mundur secara tak beraturan menuju kota Ardahan. Pihak Russia memperoleh banyak harta rampasan pada hari itu dengan korban sekitar 531 personil dan tewasnya seorang jenderal.

⚔Pengepungan Benteng Akhaltsikhe

Kota Akhaltsikhe memiliki 3 baris pertahannan: kota dengan jalan-jalan yg sempit dan berliku, benteng kota (fortress), serta benteng bagian dalam (citadel). Kota itu sendiri merupakan bentuk pertahanan tersendiri dengan jalan-jalam yg sempit, tepi jurang, serta pojok-pojok benteng (bastion) yg memungkinkan pasukan yg berjumlah sedikit mempertahankan dirinya.

Pertempuran dimulai sekitar jam 16.00 sore dengan perlawanan yg sengit hingga menjelang senja. Pada malam hari sudah banyak dari bagian kota yg terbakar dan di masjid utama kota yg juga terbakar jatuh 400 orang korban. 

Setelah 7 hari baku hantam antara kedua pihak, pada hari  Sabtu 5 Safar 1244 Hijriah (16 Agustus) seluruh bagian kota sudah dikuasai Russia yg kini mulai menggerakan kekuatan artilerinya untuk menghujani benteng kota. Keesokan harinya, Ahad 6 Safar (17 Agustus) Kios pasa mengajukan penyerahan dengan syarat ia dan 4.000 sisa pasukan diperbolehkan mundur dengan persenjataannya tanpa gangguan. Pihak Russia menerima syarat ini dengan korban sekitar 600 personil dan Turki Utsmani kehilangan 1.000 pasukan dalam fase ini.

πŸ“ŒKesudahan

Keesokan harinya pada 18 Agustus pasukan Russia berhasil juga merebut Benteng Atskhur tanpa banyak perlawanan karena pos terdepan Turki Utsmani tersebut sudah terputus jalur logistiknya. Berikutnya pada 22 Agustus giliran kota Ardahan yg jatuh ke tangan balatentara Russia. Melihat tidak ada lagi yg dapat diserang sebelum masuk musim dingin, bakatentara Russia kembali ke pangkalan mereja.

The Russians lost about 600 men and the Turks 6000. The next day they took the Atskhur castle which controlled the Borjomi Gorge leading from Akhaltsikhe northeast to Georgia. On 22 August the occupied Ardahan, the road junction connecting Akhaltsikhe-Akhalkalaki to the Kars-Erzerum road. Seeing no further opportunities the Russians retired to winter quarters.

Agung Waspodo, kembali mencatat bagaimana jumlah sedikit tetapi moral juang yang tinggi mampu mengalahkan jumlah yg besar namun dengan moral juang yg rendah, setelah berlalu 187 tahun lebih satu hari.

Depok, 10 Agustus 2015, maaf telat satu hari..

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Ketika Semangat Juang Yang Tinggi Dipimpin Secara Baik Maka Jumlah, Jarak, dan Besarnya Jumlah Lawan Menjadi Tidak Berpengaruh.."

Post a Comment

NASEHAT HARI INI