Gerhana Tertutup Awan, Emang Gak Jadi Shalat Gerhana?

πŸ’₯πŸ’¦πŸ’₯πŸ’¦πŸ’₯πŸ’¦πŸ’₯πŸ’¦

πŸ“Œ Syarat shalat gerhana adalah jika terjadi gerhana, secara de facto memang terjadi di langit sana

πŸ“Œ Apakah harus kelihatan? Menurut hadits shahih Muslim memang seperti itu, tapi juga tidak ada hadits "jika tertutup awan atau mendung maka jangan shalat .." atau "sempurnakan mungkin gerhananya besok .." 

πŸ“Œ Zaman itu pakai penglihatan karena itulah satu-satunya cara untuk mengetetahui gerhana atau tidak, ini yang mesti disadari betul

πŸ“Œ Saat ini sdh ada ahlinya apakah gerhana terjadi atau tidak

πŸ“Œbahkan mereka sdh tahu kadar berapa persen gerhana di sebuah daerah, yaitu lembaga semacam BMKG 

πŸ“Œ mrka sdh mengumumkan daerah yg mengalami gerhana karena mereka melihatnya, dan ini sudah pekerjaan mereka puluhan tahun lamanya, dan tidak ada gejolak ketika menjadikannya sebagai acuan waktu shalat gerhana sejak lama

πŸ“Œ Jangan goncangkan ini dengan fatwa seorang ulama, perhatikan juga penerapannya di sebuah daerah

πŸ“Œ Dahulu Syaikh Abdullah Azzam menasihati mujahidin Saudi yang Hambaliyah, agar tidak memaksakan madzhabnya ke mujahidin Afghan asli  yang madzhabnya Hanafiyah, sebab itu akan melahirkan gejolak sesama kaum muslimin

πŸ“ŒLalu, walau kita -orang biasa-  tidak melihatnya di hari H, tp BMKG sudah melihatnya dengan alat-alat mereka

 πŸ“ŒMaka, itu sdh mencukupi, sebab penglihatan 1 org adil dan terpercaya sdh cukup, apalagi lebih satu pakar yang melihatnya. 

πŸ“ŒApakah gerhana harus dilihat seluruh manusia? Tidak demikian, penglihatan para pakar sudah cukup.

πŸ“Œ Fatwa Syaikh Utsaimin benar, dia mensyaratkan penglihatan 

πŸ“ŒFatwa itu sudah cocok dengan apa yang sedang terjadi bahwa gerhana terjadi dan terlihat oleh orang-orang terpercaya, dengan ilmu dan alat-alat mereka, secara de facto dan de jure memang terjadi

πŸ“Œ Nama daerah tidak disebut maka ikuti daerah paling dekat, sebab tidak mungkin jakarta terjadi gerhana lalu bandung juga, tapi bekasi tidak terjadi.

πŸ“Œ Pendapat dan fatwa seorang ulama bisa diterima bisa ditolak kecuali Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Wallahu  a'lam


☘πŸŒΊπŸŒ»πŸŒ΄πŸƒπŸŒΎπŸŒ·πŸŒΈ

✏ Farid Nu'man Hasan
🌏 bit.ly/1Tu7OaC

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Gerhana Tertutup Awan, Emang Gak Jadi Shalat Gerhana?"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI