Bahaimana Hukum Shalat Bagi Lansia Yang Sudah Pikun?

✏Ustadzah Dra Indra Asih

๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒน

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Tanya Ustadz/Ustadzah


1. Orang tua saya berumur 80 tahun, rajin sholat, bahkan jumat kemaren ikut ke masjid sholat jumat diantar anaknya, keesokan harinya diajak sholat tidak mau alasannya lupa sholat, katanya tidak hafal bacaan sholat, katanya lagi kalau sholat bacaannya tidak ingat nanti jadi dosa, makanya tidak mau sholat, ini sudah 3 hari tidak mau sholat. Bagaimana apakah orang tua saya berdosa? Mohon penjelasan Ustadz/Ustadzah. 

Ukhty Sri, Grup Manis A 06

2. Apakah berdoa dengan perantara air dibolehkan atau tidak dalam syariat Islam? Yaitu meminta pertolongan pada Allah dengan media air. (Usul untuk dijadikan meteri kajian MANIS)


Jazakillah Ustadz/Ustadzah๐Ÿ™๐Ÿป
_____________________
JAWABAN

Pertanyaan1

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang lupa shalat maka shalatlah ketika ingat, tidak ada tebusan baginya selain seperti itu.” ( HR Bukhari )

Orang yang pikun tidak diwajibkan shalat. Pembebanan syariat ( taklif ) ditujukan untuk yang berakal. Karena itu, Allah mewajibkan berbagai bentuk ibadah kepada manusia selama ia berakal sehingga dapat memahami perintah, larangan, serta tujuan ibadah tersebut.

Adapun orang yang tidak berakal tidak dibebani kewajiban-kewajiban syar’i. Oleh karena itu, orang gila, anak kecil, dan orang yang belum baligh tidak dibebani kewajiban syariat. Inilah dimensi rahmat Allah di balik pembebanan syariat.

Contoh lainnya adalah orang yang akalnya tidak normal meski belum sampai pada tingkat gila, atau orang tua yang sudah kehilangan ingatan maka tidak wajib atasnya shalat dan puasa karena ingatannya telah hilang. Dalam kondisi pikun sama kedudukannya seperti bayi yang tidak bisa membedakan. Maka itu, terlepaslah beban syariat darinya.

Pertanyaan2

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika merasakan sakit beliau (membaca kemudian) meniupkan surat Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) pada tangan beliau sebanyak 3 kali. Lalu mengusapkan kedua tangannya pada bagian tubuh yang mampu diusap sebelum tidur. Dimulai dari kepala, wajah, lalu ke dada. Sebagaimana yang diberitakan oleh ‘Aisyah radhiallahu’anha dalam hadits yang shahih.

Selain itu, Jibril pernah meruqyah beliau shallallahu’alaihi wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air yang dibacakan doa:

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุฃุฑู‚ูŠูƒ، ู…ู† ูƒู„ ุดูŠุก ูŠุคุฐูŠูƒ، ู…ู† ุดุฑ ูƒู„ ู†ูุณ ุฃูˆ ุนูŠู† ุญุงุณุฏ ุงู„ู„ู‡ูŠุดููŠูƒ، ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุฃุฑู‚ูŠูƒ

“bismillaah urqiika min kulli syai’in yu’dziika wa min syarri kulli nafsin au ‘ainin hasidin allaahu yasyfiika bismillaahi urqiika”

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan penyakit ‘ain yang timbul dari pandangan mata orang yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyahmu”
Ini sebanyak 3 kali. Ini adalah metode ruqyah yang disyariatkan dan bermanfaat.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah membacakan (doa/ruqyah) pada air untuk Tsabit bin Qais radhiallahu’anhu lalu memerintahkan ia untuk memercikkan air tersebut padanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Ath Thib dengan sanad yang hasan.



๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia....

0 Response to "Bahaimana Hukum Shalat Bagi Lansia Yang Sudah Pikun?"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI