Seputar Pernikahan

Assalamualaikum.. Ustadz. Maaf saya mau bertanya. Saya seorang janda dua anak dan sedang menuju tahap menikah insyaallah setelah lebaran. Apakah saya termasuk istri yang baik atau tidak dengan kondisi seperti itu ya pak ustad...??

Yang ingin saya tanyakan... Apakah boleh setelah menikah kami tidak bisa setiap hari bertemu dikarenakan saya bekerja didaerah Daan Mogot dan calon suami di Cikarang. Setelah didiskusikan calon suami saya sih menerima kondisi yang ada?

JAWABAN:

Wa 'alaikumussalaam warahmatullah,

Sebelumnya, kami tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagianya hati-hati ini mendengar berita bahagia yang hadir dari Ibu Penanya. Semoga ini cara Allah Swt memasukkan ibu ke Surga-Nya bersama semakin sempurnanya Din Ibu, dan akan semakin terbuka lebarnya kesempatan untuk melakukan amal-amal shalih yang tidak bisa dilakukan kecuali setelah dengan ibadah pernikahan nantinya.

Sehubungan dengan pertanyaan Ibu, perlu kami sampaikan bahwa jawaban atas pertanyaan ini bukanlah boleh ataupun tidak boleh, karena tentunya saya meyakini bahwa realitas kehidupanlah yang membawa rencana pilihan Ibu sebagaimana ditanyakan. Namun begitu, tentunya sebagai seorang Muslim dan Muslimah yang sentiasa berusaha untuk Istiqomah, dan meraih ridho Ilahi dan Cinta-Nya yang tertinggi, kita akan selalu rindu untuk dapat melakukan amalan yang paling prioritas, bahkan kemudian beranjak kepada amalan unggulan.

Bagi seorang wanita, pernikahan sejatinya adalah Cara Allah untuk memuliakannya, dan memberikan kesempatan baginya untuk meningkatkan derajatnya, maqam-nya. Ibu dapat membaca tulisan saya di 2 (dua) link berikut ini:
Pernikahan, Cara Allah Swt Memuliakan Wanita (1): http://supraha.com/?p=414
Pernikahan, Cara Allah Swt Memuliakan Wanita (2 – Selesai): http://supraha.com/?p=421

Seorang Muslim/ah hendaknya jangan pernah merasa puas dan berhenti pada titik yang sudah dianggap nyaman. Ia harus terus bergerak membawa dirinya kepada kondisi yang jauh lebih baik, terutama karena keyakinannya yang utuh akan janji Allah Swt. Di antara janji Allah Swt adalah,

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang sudah layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan menjadikan mereka kaya mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).

Sifat Qana'ah akan ditambahkan kepada hamba-Nya yang selalu mendahulukan untuk meyakini janji-Nya. Terlebih ketika ia meyakini bahwa dirinya akan memiliki potensi untuk berdo'a tanpa adanya hijab, jika pernikahan yang diniatkannya itu betul-betul diniatkan untuk menjaga kesuciannya, sebagaimana sabda Nabi Saw.,

وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai)

Tentunya kita memahami betapa besar kemuliaan dan balasan nan agung bagi seorang istri yang membangunkan suaminya di malam hari untuk tahajjud, menyiapkan sarapan untuknya, memberikan senyuman dan kecupan terbaik tuk melepasnya mencari rizqi Allah, bergandengan bersamanya ke majelis ilmu, berdiskusi bersamanya dalam membaguskan kualitas keturunan mereka, menjaga rumahnya, memanajemen seisi rumahnya, dan segudang kebaikan yang tidak bisa dilakukan kecuali dengan nikmat pernikahan.

Sungguh esensi pernikahan adalah kebersamaan. Bersama menjaga diri dari fitnah dunia, bersama saling menguatkan dalam suka dan duka, bersama dalam menghiasi dan menutupi aib dan kelemahan. Maka rencanakanlah kebersamaan yang mendekati kesempurnaan itu, susunlah tahapan yang terukur dan jelas agar hadir kesempurnaan dalam kebersamaan. Semoga Allah Swt memudahkan langkah di atas seluruh rencana kehidupan yang telah kita adukan kepada-Nya semata.

Wassalam,
supraha.com

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

0 Response to "Seputar Pernikahan"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI