Menyikapi Broadcast yang Meragukan

Ustadz mohon tanggapan dan penjelasan  artikel ini

بِسْــــــــــمِ اللّهِ الرّحْمنِ الرّحِيْـــــــمِ

Ada pepatah: mari menabung sedikit², lama² menjadi bukit. Menurut pakar keuangan Islam, hal itu adalah keliru. Bukan menabung yg dianjurkan karena menabung tidak bisa meningkatkan seseorang menjadi kaya. Menabung di bank akan menjadikan nilai uang kita merosot karena angka inflasi secara riil lebih tinggi dari bagi hasil yg diperoleh.

Dalam meningkatkan kekayaan seseorang agar menjadi mapan secara finansial, Islam mengajarkan melalui:
(1). Perdagangan, (2). Investasi, (3). Beli emas, (4). Sedekah dan (5). Berhemat.

Islam sama sekali tidak menganjurkan untuk menabung.

Uang yg dalam bahasa Inggris bermakna "currency" berarti: arus, bergerak terus menerus. Maknanya: uang yg kita pegang harus digerakkan/diputar bukan ditabung atau disimpan di bawah bantal, dengan demikian ia akan terus meningkat nilainya.

Sesuai dengan sunnatullah, sesuatu yg bergerak terus menerus itu (tidak diam/statis) akan menjadi sehat, misal: darah yg mengalir dalam tubuh kita itu terus menerus bergerak sehingga kita menjadi sehat. Air yg mengalir terus menerus menjadi air yg sah untuk bersuci. Udara yg bersikulasi akan sehat dibanding dengan udara yg diam.

Perdagangan dan investasi itu dapat menggerakkan uang. Itulah sebabnya, Nabi SAW, keluarga dan sahabatnya adalah para pedagang.

Ketika Nabi SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah, hal pertama yg dilakukannya setelah membangun Masjid sebagai pusat kegiatan, Nabi SAW membangun pasar.

Zakat perdagangan atau investasi itu pun dipungut bukan dari modal tetapi dari keuntungan dagang/investasi yg diperoleh. Berbeda dengan uang yg ditabung di bank, zakat akan dikenakan dari keseluruhan uang yg ditabung.
Tujuan zakat adalah agar kekayaan itu jangan hanya beredar di antara orang² kaya saja (lihat QS Al Hasyr [59]: 7).

Semoga pesan singkat ini dapat bermanfaat dan mohon maaf jika kurang berkenan. Mari kita saling mengingatkan dalam hal kebaikan dengan penuh kebenaran dan kesabaran.

Selamat beraktifitas. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi aktivitas kita. Aamiin.

بَارَكَ اللّهُ فِيْك
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

________________
JAWABAN NYA
Mengenai artikel tsb, dari sisi substansi dan semangatnya sudah bagus, mengajak kita berusaha ketimbang sekedar menabung.... namun menyematkan begitu saja secara harfiah sebagai anjuran Islam, perlu dukungan dalil yg jelas, spt ungkapan berikut:

( Dalam meningkatkan kekayaan seseorang agar menjadi mapan secara finansial, Islam mengajarkan melalui:
(1). Perdagangan, (2). Investasi, (3). Beli emas, (4). Sedekah dan (5). Berhemat. )

Begitu juga dg ungkapan ini:

( Ketika Nabi SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah, hal pertama yg dilakukannya setelah membangun Masjid sebagai pusat kegiatan, Nabi SAW membangun pasar)

Yg dkenal dlm catatan sirah, setelah membangun masjid, nabi mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar dan melakukan perjanjian kesepakatan dg penduduk Madinah, khususnya dg org Yahudi..... adapaun membangun pasar, setahu saya tdk ada... wallahu a'lam.

Sekali lagi, substannsi dan semangatnya sudah bagus, namun sebaiknya hati dlm hal menyematkan sesuatu kpd ajaran Islam atau kpd Rasulullah saw....
Wallahu A’lam
Wash Shallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Ashhabihi ajma’in.      

Ust. Haidir Indo

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

0 Response to "Menyikapi Broadcast yang Meragukan"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI