Memberi Hadiah Terhadap Hutang Piutang

Assalaamu'alaikum wrwb.

Mohon maaf para asatidz, saya ingin bertanya.

1. Saya memberikan modal kerja ke kawan untuk usaha pakaian. Dengan waktu yang disepakati dia mengembalikan. Di awal akad meminjam tidak ada perjanjian harus mengembalikan dengan tambahan nilai tertentu. Akan tetapi saat dia mengembalikan uang modal tanpa saya minta pun di pasti memberi tambahan. Apakah itu termasuk riba..??

2. Seseorang menjaminkan bilyet Giro sebagai pengganti pembayaran utangnya kepada saya. Dia memberikan hadiah untuk saya berupa sejumlah uang dengan cara potongan pinjaman dimuka karena yang mencairkan Bilyet Giro adalah saya nantinya (nilai pinjaman lebih kecil dari nominal Bilyet Giro). Adapun hadiah yang diberikan terserah dari peminjam. Apakah ini termasuk riba yang diharamkan tsb?

-A13-

jawabannya:
1. Bukan termasuk riba.

2. Bukan termasuk riba yang diharamkan.

Dalam hal perkara diatas, tambahan uang yang diberikan dengan sukarela bukan sebagai syarat pemberian modal pinjaman maka bukan termasuk riba.

Pada dasarnya islam melarang seorang muslim untuk memakan riba, hal ini seperti yang tercantum di dalam surat Al-Baqarah ayat 278 yang artinya: “Hai orang –orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman” (Q.S. Al Baqarah: 278) Allah melarang seseorang memakan riba dikarenakan akan diberikannya siksaan yang amat pedih bagi orang-orang yang memakan riba. Hal ini sudah disampaikan oleh Firman Allah dalam Al-Quran salah satunya di dalam surat An-Nisa ayat 161, yaitu: “Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksa yang amat pedih” (Q.S An-Nisa: 161)

Riba menurut bahasa berarti ziyadah (tambahan). Menurut Yusuf al-Qardawi, setiap pinjaman yang mensyaratkan didalamnya tambahan adalah riba.

Wallahu A'lam Bishshawab

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com