Marah?! Tahan Lisan, Jangan Memaki !

Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS.

Pernah dengar ada orang memaki saudara sesama muslim dengan panggilan buruk?

Seperti: ‘Hai bajingan!’, ‘Hai kaafir!’, ‘Hai Babi!’, ‘Hai Anjing ?’ Atau lainnya?  …………. Yuk kita lihat larangan keras dalam syariat Islam atas hal itu.

Allah ﷻ berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.

Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujurat: 11).

Para mufassir menerangkan tentang kalimat “walaa tanaabazuu bil alqaab” (dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan):

‘Ikrimah berkata: “Itu adalah perkataan seorang laki-laki kepada laki-laki lainnya wahai fasiq,   wahai kafir!”

Mujahid berkata: “Seorang laki-laki dipanggil dengan kekafiran padahal dia seorang muslim.”

Qatadah berkata: “Jangan kamu katakan kepada saudaramu seorang muslim kamu fasiq, kamu munafik, Allah melarang seorang muslim melakukan itu.”

Ibnu Zaid mengatakan: “Penamaan kepada seorang yang berbuat jelek yang sudah masuk Islam, wahai fasiq, wahai pezina.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya: “Seorang laki-laki melakukan perbuatan buruk, lalu dia bertaubat setelah itu, maka dilarang untuk mencelanya setelah dia bertaubat kesalahan yang telah lalu.” (Imam Ibnu Jarir, Jami’ul Bayan, 22/301)

Al Hasan berkata: “Orang Yahudi dan Nasrani yang sudah masuk Islam,  lalu mereka dipanggil setelah keislamannya: Wahai Yahudi! Wahai Nasrani! Maka hal itu dilarang.” ‘Atha berkata: “Itu adalah panggilan kepada saudaramu wahai anjing, wahai keledai, wahai babi!”  (Syaikh Faishal bin Abdil Aziz An Najdi, Tathriiz Riyadh Ash Shaalihin, Hal. 883).

Nabi ﷺ juga bersabda:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

“Memaki seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR. Bukhari No. 48)

Bentuk apa pun makian kepada seorang muslim adalah kefasikan, dan merupakan pembangkangan kepada Allah, RasulNya, dan lebih berat dari sekedar maksiat, seperti penjelasan Al Hafizh Ibnu Hajar berikut: “Sabdanya fusuuqun adalah al fisqu, secara bahasa artinya keluar. Secara syariat artinya keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, dan dalam definisi syariat hal itu itu lebih keras dari sekedar maksiat.” (Fathul Bari, 1/112).

Secara khusus, kita juga dilarang memaki dengan memanggil saudara kita dengan  menyebutkan nama hewan.

Ibrahim An Nakha’i berkata: “Dahulu mereka mengatakan: ‘Jika ada seorang laki-laki yang berkata kepada laki-laki lainnya: “Wahai keledai, wahai anjing,  wahai babi.” Maka Allah akan berkata kepadanya pada hari kiamat: “Apakah kau melihat Aku menciptakannya sebagai anjing? Atau keledai? Atau babi?” (Al Mushannaf Ibni Abi Syaibah, No. 26102. Semua perawinya terpercaya)

Dari Al ‘Ala bin Al Musayyib dari ayahnya, katanya: “Jangan kamu katakan kepada sahabatmu: ‘Wahai keledai, wahai anjing, wahai babi’. Sebab, akan dikatakan kepadamu pada hari kiamat nanti: ‘Apakah kau melihat aku menciptakannya sebagai anjing? Atau keledai? Atau babi?” (Ibid, No. 26100).

Maka, hindari caci maki dengan bahasa apa pun kepada saudara sesama muslim;  baik atasan kepada bawahan, suami kepada istri atau sebaliknya, orang tua kepada anak, seseorang kepada rekannya, dan sebagainya.

Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk tetap menjaga lisan dalam keadaan ridha dan marah. Amiin.

Wallahu A’lam…
         

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

0 Response to "Marah?! Tahan Lisan, Jangan Memaki !"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI