Inkompetensi Pada Eselon Tinggi, Berujung pada Lepasnya Satu Propinsi

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

Pertempuran Samos - 6 Agustus 1824

Pertempuran ini ditulis dalam bahasa Yunani sebagai Ναυμαχία της Σάμου, yang merupakan pertempuran laut yg terjadi pada hari Kamis 9 Dzhul Hijjah 1239 Hijriah. Pertempuran lepas pantai Pulau Samos ini merupakan bagian dari periode Perang Kemerdekaan Yunani dari status provinsi menjadi negeri yg berdaulat.

Latar Belakang

Pada tahun 1821, seorang pemimpin lokal bernama Lykourgos Logothetis berhasil memimpin pemberontakan bersama penduduk pulau Samos melawan Khilafah Turki Utsmani. Namun, mengingat pulau ini sangat dekat dengan daratan Anatolia maka penduduk pun bersiap untuk menghadapi serangan dari armada laut Turki Utsmani.

Jarak menentukan logistik, tetapi kebijakan menentukan alokasinya. Setiap pemberontakan harus ditelaah sumber penyebabnya karena tidak selalu memadamkannya dengan disiram dgn air.

Pada musim panas tahun 1824, setelah balatentara Turki Utsmani berhasil melumatkan pemberontakan serupa di Psara, armada laut pun berkumpul dekat pesisir Anatolia dengan tujuan menduduki kembali pulau tersebut dan meredakan pemberontakan. Mengkhawatirkan kejadian di Psara berulang kembali, admiral angkatan laut Yunani yg dijabat oleh Georgios Sachtouris mengeluarkan instruksi untuk memperkuat pertahanan pulau tersebut.

Pertempuran Laut

Setelah tembak menembak sporadis dilakuan sehari sebelumnya, pertempuran mulai memanas pada tanggal 17 Agustus. Kapal api (fireship) milik armada Yunani, termasuk yg paling terkenal bernama Constantine Kanaris, diluncurkan dan berhasil meledakkan 3 kapal perang Turki Utsmani.

Serangan kapal api yg merupakan taktik perang laut di masa itu dengan mengirimkan kapal bermuatan bahan peledak dan bahan bakar guna membongkar formasi tempur lawan. Terbakarnya ketiga kapal perang itu ternyata menciutkan nyali Panglima (Kapudan Pasha) Mehmed Husrev yg menginstruksikan seluruh kapal perang ditarik mundur. Apakah ini sebuah perintah yg tergesa-gesa kita tidak akan pernah tahu.

Setiap era memiliki inovasinya, setiap inovasi ada "biayanya," jadi jika sebuah peradaban enggan melakukan inovasi maka peradaban itu akan terpaksa "membayar" ketertinggalannya sebesar biaya awal inovasi plus kemanfaatannya sekarang dikalikan dengan eksponensial nilai investasinya..

Dampak Kemenangan

Kemenangan bagi angkatan laut Yunani ditambah dengan kemenangan di Gerontas tidak lama setelah ini, kedua kejadian itu memastikan keamanan penduduk pada pulau ini. Hanya saja perlu dicatat bahwa pulau ini tidak masuk ke dalam wilayah Yunani yg merdeka. Ia tetap menjadi puluan dengan status khusus dibawah kendali Turki Utsmani hingga pergantian penguasa setelah Perang Balkan pertama.

Tidak semua keunggulan bisa diwujudkan hanya dengan kekuatan militer, namun kekuatan militer serta penguasaan wilayah akan sangat membantu proses diplomasi yang menguntungkan.

Agung Waspodo, masih terkagetkan atas tidak kompetennya seorang setingkat kapudan pasha yg mengeluarkan perintah mundur hanya dengan hilangnya beberapa kapal, 191 tahun kemudian.. masih kurang beberapa menit lagi.

Depok, 4 Agustus 2015.. menjelang tengah malam.
Laporan hari bersejarah dimuat C3i: 5 Agustus 2015, sesuai tanggalnya..

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

0 Response to "Inkompetensi Pada Eselon Tinggi, Berujung pada Lepasnya Satu Propinsi"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI