Berteduh Di Jalan Ilahi

Ustadzah Rochma Yulika

Bila kita teguh berjalan di atas jalan kebenaran, niscaya Allah tak kan menyia-nyiakan apa yang kita lakukan sesedikit jua.

Walau kadang harus merasakan sakit semua akan sirna, gundah tak lagi menyesakkan, luka tak lagi merintihkan, kelelahan mampu diabaikan.

Bila kedukaan makin menghebat, ujian dirasa semakin dahsyat, dan nafsu semakin mengajak kepada jalan yang sesat. Maka teruslah berjuang untuk mengelolanya hingga menjadi pribadi yang kuat.

Semua kerugian yang kita rasakan, keletihan dan apa saja akan berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan, dan kemuliaan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang berkata,"Aku, Surga dan tamanku ada di dalam dadaku, kemana pun aku pergi ia selalu bersamaku, tidak meninggalkanku. Jika aku dipenjara, bagiku itu adalah khalwah. Jika aku dibunuh, bagiku itu adalah syahadah. Dan jika aku diusir dari negeriku, bagiku itu adalah siyahah (jalan-jalan)

Sadari dan renungi bahwa setiap ujian yang bertandang itu selayaknya tamu, ia akan datang namun tak lama pun jua akan segera berlalu.

Kita perlu syukuri kala kita ditimpa musibah atau pun ujian sementara kita berada dalam ketaatan. Coba saja kita ingat banyak diantara mereka yang tinggal dalam kemewahan sementara mereka berada dalam kemaksiatan.

Hendaknya kita sama-sama merenungkan perkataan bijak dalam kitab sha'id al khatir, Ibnul Jauziy yang sedang mengadu kepada Rabbnya,

"Betapa beruntungnya diriku atas apa yang direnggut dariku. Betapa lapangnya penawananku kala buahnya aku berkhalwah dengan Mu. Betapa kayanya diriku ketika aku faqir kepada Mu. Betapa lembutnya diriku kala Engkau jadikan ciptaan Mu berlaku dzalim kepadaku.

Ah....
Sia-sialah masa yang hilang bukan dalam rangka berkhidmah kepada Mu, begitu pun waktu yang berlalu bukan dalam ketaatan kepada Mu.

Kala aku bangun menjelang fajar, tidurku sepanjang malam tidak lagi menyiksa diriku. Kala siang beranjak lepas, hilangnya seluruh hari itu tidak lagi melukaiku.

Aku tidak tahu bahwa diriku yang mati rasa ini dikarenakan sakit yang dahsyat. Kini hembusan angin kesejahteraan telah bertiup, aku telah dapat merasakan derita, dan aku tahu diriku kini sehat.

"Siapa yg menyerahkan Jiwanya untuk hidup demi agamanya (ISLAM) maka ia akan melalui hari-harinya dalam kelelahan,
Akan tetapi ia akan hidup dan mati dalam kemuliaan."

(Syaikh Ahmad Yasin)
Wahai dzat yang Maha Agung anugerahnya, sempurnakanlah kesejahteraan bagi diriku." Aamiin

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

0 Response to "Berteduh Di Jalan Ilahi"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI