Ustadz Menjawab: Seputar Muamalat

Oleh: Ust. Rikza Maulan Lc. M.Ag.


Pertanyaan:

1. Afwan ust, kalau petugas insenminasi buatan atau ib bgm? Petani biasanya bayar biaya ib.

2. Manis30 Tulus: Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Afwan Ustad ''..mau nanya?...bagaimana tetang hukum Sperma Laki-laki yang katanya bisa di tanam ke Rahim Wanita, dari Sperma yang bukan Suaminya?''..apa istilah bayi Tabung itu Ustd?''...Jazaakallahkhair,Mohon Pencerahanya.Wassalamu alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

3. Ustadz, terkait dengan jual beli sperma,, bagaimana hukumnya bagi orang yang bekerja sebagai perantaranya..,misal rekan kami yang bekerja di dinas peternakan, salah satu kegiatan rutin mereka yaitu melakukan IB (inseminasi buatan) pada lembu, dengan memasukkan sperma unggul dari lembu lain yang merupakan benih unggul yang diperjual belikan kepada indukan. Mohon tanggapannya. Terima kasih
Abu faruqi i33

4. MANIS A55
Bgmn hukum ensiminasi buatan? Karena sekarang ini kan lagi trend, mau pilih bibit yg seperti apa silahkan saja dgn harga yg berbeda?

5. Bgmn hukum upah bg mantri/ dokter hewan yg mengkawinkan sapi dengan ensiminasi buatan?
Sangat penting info ini bg sy..krn ada sapi yg sy pelihara dg cara ini.

Jazakumullah

6. Jadi program "setetes mani sejuta harapan" yg merpkn program pemerintah mll bid pwternakan berupa peningkatan kualitas n kuantitas ternak dg inseminasi buatan ato kawin IB "tak sesuai syariah"?
Suryanto I28

Jawaban Ust Rikza:

 Wa'alaikumsalam wbr

1. Inseminasi buatan, apabika kadar mani pejantannya sdh ada, disimpan dan diproses dengan menggunakan tatacara tertentu yg bukan merupakan cara kawin alami hewan, adalah boleh, namun dengan syarat ;

1. Kadar kuantitas dan kualitasnya dapat diukur dengan jelas.
2. Proses suntik atau memasukkan mani pejantan yg sudah diproses adalah dengan cara khusus yang bukan merupakan kawin alami.
Apabila persyaratan tersebut sdh dilaksanakan, maka hukumnya boleh.

Adapun tidak boleh nya upah kawin pejantan secara alami adalah karena objek akadnya tidak jelas dan tidak diketahui serta tidak ada ukurannya secara jelas, sehingga menimbulkan gharar. Dan transaksi yg mengandung gharar adalah dilarang secara syariah.
Wallahu A'lam

2. Dalam kasus bayi tabung para ulama sepakat hukumnya boleh apabila sperma yg dimasukkan ke dalam rahim istri adalah bersumber dari sperma suami.

Apabila bukan berasal dari suaminya, maka hukumnya haram.
Wallahu A'lam

3. Petugas inseminasi buatan hukumnya boleh saja, karena hukum inseminasi nya juga boleh.

Yg tdk diperbolehkan adalah upah kawin pejantan karena mentransaksikan sesuatu yg tidak jelas keberadaan yaitu mani pejantan. Keberadaan bisa ada atau tidak ada.

Ukurannya juga tdk jelas dan cara memperoleh nya juga spekulasi bisa wujud atau tidak.
Wallahu A'lam

4, 5 & 6
 Inseminasi buatan, apabika kadar mani pejantannya sdh ada, disimpan dan diproses dengan menggunakan tatacara tertentu yg bukan merupakan cara kawin alami hewan, adalah boleh, namun dengan syarat ;

1. Kadar kuantitas dan kualitasnya dapat diukur dengan jelas.

2. Proses suntik atau memasukkan mani pejantan yg sudah diproses adalah dengan cara khusus yang bukan merupakan kawin alami.

Apabila persyaratan tersebut sdh dilaksanakan, maka hukumnya boleh.

Adapun tidak boleh nya upah kawin pejantan secara alami adalah karena objek akadnya tidak jelas dan tidak diketahui serta tidak ada ukurannya secara jelas, sehingga menimbulkan gharar.

Dan transaksi yg mengandung gharar adalah dilarang secara syariah.
Kalaupun harga bibit atau mani pejantannya berbeda tergantung kualitas nya, maka tetap boleh, selama mani tersebut sdh wujud adanya dan bukan masih berada dalam tubuh pejantan nya.

Wallahu A'lam

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Ustadz Menjawab: Seputar Muamalat"

Post a Comment

loading...
loading...