Ustadz Menjawab: Mengapa “langit” disebutkan lebih dulu dari pada “bumi” di dalam Al-Quran?

Pertanyaan:

Salam..
Ada yg tau tidak kenapa Di ayat yg ada  kalimat layli wannahar, atau pun samawati wal ardh, kenapa duluan disebut layli, tdak ada yg duluan disebut nahar gituu,, begitu juga samaawaati wal ardh, sepertinya belum pernah ardhnya duluan,  apa ada alasan trtentu gtu ? (I # 24

Jawaban:

Kata as-samaawaat atau as-samaa dan al-ardh biasanya disebutkan oleh Al-Quran dalam konteks pembicaraan tentang tanda-tanda keagungan Allah, keesaan dan kekuasaan-Nya. Dan sudah kita ketahui bahwa tanda-tanda itu lebih banyak di langit karena ia jauh lebih luas dan menakjubkan dari pada bumi. Oleh karena itu ia layak didahulukan dari pada bumi.

Tetapi ada juga ayat yang mendahulukan penyebutan bumi sebelum langit seperti surat Yunus ayat 61:

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan KAMI MENJADI SAKSI ATASMU DI WAKTU KAMU MELAKUKANNYA. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di BUMI ataupun di LANGIT. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata. (QS. Yunus: 61).

Sebabnya adalah:
Karena konteks pembicaraan pada ayat itu tentang peringatan dan ancaman kepada manusia yang tinggal di bumi bahwa semua yang mereka lakukan besar maupun kecil tidak akan luput dari catatan dan pengawasan Allah ta’ala. Maka penyebutan bumi sebagai tempat hidup manusia layak didahulukan dari pada langit.

Ada ada ayat yang mirip lafalnya seperti Yunus 61 di atas tetapi kata langit tetap di dahulukan dari kata bumi, yaitu surat Saba ayat 3. Mengapa?

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan orang-orang yang kafir berkata: "HARI KIAMAT itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya KIAMAT ITU PASTI AKAN DATANG kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di LANGIT dan yang ada di BUMI dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata." (QS. Saba: 3).

Karena konteks pembicaraannya tentang hari kiamat, dimana kehancuran dunia didahului oleh kehancuran langit dan benda langit selain bumi, sehingga penyebutan langit di dahului dari pada bumi.

(Diringkas dari Bada-i’ Al-Fawaid, Ibnul Qayim, 1/74).

Mengapa Malam Didahulukan Daripada Siang?

Karena sebelum penciptaan makhluk yang menjadi sumber cahaya, terang itu belum ada. Dapat dikatakan bahwa gelap atau malam lebih dulu ada dari pada terang atau siang.
Tetapi ada rangkaian ayat yang mendahulukan siang dari pada malam seperti awal mula surat Asy-Syams:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (4)

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Dan bulan apabila mengiringinya. Dan siang apabila menampakkannya. Dan malam apabila menutupinya..

Dalam surat ini siang didahulukan dari malam, karena matahari disebutkan lebih dulu dari bulan. Juga karena surat ini berbicara tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dimana Allah menghendaki jiwa kita terang, dan tidak menghendaki pengotoran jiwa (tadsiyatun nafs) yang menyebabkan gelapnya jiwa. Wallahu a’lam.

Ahmad Sahal, Lc

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Ustadz Menjawab: Mengapa “langit” disebutkan lebih dulu dari pada “bumi” di dalam Al-Quran?"

Post a Comment

loading...
loading...