Ustadz Menjawab: Mengambil Paksa Hak Kita

✏Ust. Farid Nu'man Hasan

Pertanyaan:

Assalamualaikum
Ustadz, mohon jawaban dan tanggapanya disertai hadits atau referensi shohi perihal kejadian berikut:
[06/12 18:22] SIP Doni: Bagaimana hukumnya mencuri uang hak kita sendiri?
Contoh: uang transport hak karyawan yg tidak diberikan, bolehkah karyawan mencuri uangnya sendiri?
[06/12 20:11] SIP Doni: Kasus ke-2, juga kisah nyata. Temen orang madura punya usaha rental mobil. Salah satu mobilnya dicuri. Karena ada GPSnya mobil ketemu diseorang penadah yg oknum TNI. Bukan ngembaliin mobil malah ngancam.
Teman saya pulang dgn tangan hampa tp tidak kehabisan akal. Dgn menggunakan kunci cadangan dia mengupah orang untuk mencuri mobilnya sendiri dari oknum TNI tsb.

Jawab:

Wa 'alaikum salam, ... afwan br sempet.
Mengambil hak kita sendiri yg telah dirampas orang lain, pada prinsipnya boleh. Atau, hak seorg yg ditahan pdhal sudah waktunya dia dapatkan sperti gaji karyawan yg ditunda2. Hal ini sbgmn dilakukan Hindun ketika mengambil uang belanja harian ke suaminya,  Abu Sufyan, tanpa sepengetahuan suaminya, lantaran Abu Sufyan bgtu bakhil kepadanya, dan nabi pun membolehkan karena itu haknya. Hanya saja, masalah ini juga ditimbang maslahat dan madharatnya.

Lalu, utk kasus korban pencurian yg punya kesempatan untuk mengambil kembali haknya, baik diam2 atau terang2an, ini juga tdk apa-apa. Sebab kezaliman yg dialaminya, jika dia mampu melawan lawanlah walau dgn tipu daya. Sebab, kata Nabi: Al Harbu khad'ah ... perang itu tipu daya. Hr. Al Bukhari.

Wallahu a'lam

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Ustadz Menjawab: Mengambil Paksa Hak Kita"

Post a Comment