Ustadz Menjawab: Bermakmum pada Imam yang Tidak Mumpuni

✏Ust. Farid Nu'man Hasan, SS.

Assalamualaikum.
Izin bertanya soal ibadah sholat berjamaah.
'Suatu ketika saya dapati ada yg sedang berjamaah sholat wajib dmasjid yaitu sholat maghrib, kmudian saya mendatangi sbgai makmum yg masbuq, saya tertinggal 1 rakaat kmudian sya mengikuti imam, pada rakaat ke dua saya memperhatikan bacaan imam (bacaan Al Fatihah) kurang fasih atau dlam tajwid masih bnyak terdpat kesalahan.'
Pertanyaan saya, Apakah hukum berjamaah y sah dlm ilmu fiqih?
Kemudian apa yg harus dilakukan ketika menemukan hal yg spt ini, apakah mmbatalkan sholat kmudian sholat sendirian/membuat jamaah baru?
Mohon jwaban y...
Sukron Katsiron.
Fatih I-43 :

JAWABAN

ketahuilah kekurangan imam, atau bahkan kesalahan fatal imam, semuanya ditanggung oleh imam itu sendiri, dan tidaklah ditanggung oleh makmum. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut:
                Allah Ta’ala berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An Najm : 38-39)
                Ayat lain:
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
 “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al Mudatsir (74): 38)

Dalam hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَ بِكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

Dari Abu Hurairah dia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Mereka shalat sebagai imam bagi kalian, maka jika mereka benar, pahalanya bagi kalian dan mereka, dan jika mereka salah, maka pahalanya untuk kalian, dosanya ditanggung mereka.”    (HR. Bukhari No. 694)
                Sahl berkata:
إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْإِمَامُ ضَامِنٌ فَإِنْ أَحْسَنَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَإِنْ أَسَاءَ يَعْنِي فَعَلَيْهِ وَلَا عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya aku mendengar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:”Imam itu adalah penanggung jawab, jika dia benar, maka pahalanya bagi dia dan bagi makmum, jika dia salah, maka tanggung jawabnya adalah kepadanya, bukan kepada makmum.”    (HR. Ibnu Majah No. 981, Syaikh Al Albani mengatakan: shahih. Lihat  Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 981)
                Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:
تصح إمامة من أخل بترك شرط أو ركن إذا أتم المأموم وكان غير عالم بما تركه الامام
“Bermakmum kepada orang yang tertinggal syarat dan rukun shalat adalah sah, dengan syarat makmum tidak tahu kesalahan tersebut dan dia menyempurnakan apa-apa yang ditinggalkan oleh imam.”   (Fiqhus Sunnah, 1/241)


Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...