Kemenangan Tanpa Pengokohan, Mungkin Kroasia Sudah Terlalu Jauh dari İstanbul

Pemateri: Ust. Agung Waspodo SE,6 MPP

Pertempuran di Lapangan Krbava - 9 September 1493

Pertempuran ini dalam sejarah Kroasia disebut "Bitka na Krbavskom polju," dalam bahasa Hungaria dikenal sebagai "Korbávmezei csata," dan dalam istilah Turki adalah "Krbava Muharebesi" yang mempertemukan antara Khilafah Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Bayezid II melawan balatentara Kerajaan Kroasia ketika masih bersatu dengan Kerajaan Hungaria di Lapangan Krbava, bagian dari wilayah Lika di Kroasia.

Pasukan Turki Utsmani berada dibawah pimpinan Hadım Yakup Pasha, seorang Sancak-Bey dari Sancak Bosnia sedangkan pasukan Kroasia dipimpin oleh Emerik Derenčin, seorang Ban dari Kroasia yang loyal kepada Raja Vladislaus II Jagiello.

Pada awalnya di musim panas tahun 1493, pasukan Turki Utsmani menyerbu melintasi Kroasia hingga ke Carniola dan Styria ketika perseteruan antara keluarga Frankopan dan Ban Kroasia sedang memuncak. Namun, kehadiran pasukan Turki Utsmani ini memaksa kedua belah pihak untuk meredam konfliknya.

Para bangsawan Kroasia memobilisasi pasukan dalam jumlah yang besar dan mencegat pasukan Turki utsmani yang sedang dalam perjalanan pulang ke Sancak Bosnia. Namun, taktik yang lemah serta pemilihan lapangan yang datar yang memberikan kesempatan emas bagi kavaleri Turki Utsmani untuk bermanuver sesuai keahliannya menjadikan kekalahan memukul pihak Kroasia. Memang tidak ada konsekuensi kehilangan daerah bagi Kroasia, namun kekalahan ini memudahkan Turki Utsmani untuk masuk ke wilayah selatan Kroasia pada dekade berikutnya.

Latar Belakang

Setelah masuknya Kerajaan Bosnia menjadi bagian dari kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1463, maka perluasan pengaruhnya menyebar luas ke arah barat. Perkembangan ini menjadi ancaman bagi bagian selatan dan tengah dari Kerajaan Kroasia. Setelah ketegangan itu, semakin sering serbuan Turki Utsmani dirasakan di perbatasan Kroasia. Serbuan ini dilaksanakan oleh kesatuan Akıncı, yaitu kavaleri ringan Turki Utsmani, yang memilih musim semi dan panas untuk melancarkan serbuannya. Oleh karena itu penduduk setempat meninggalkan lahan di perbatasan sehingga menyebabkan benteng-benteng di wilayah itu kehilangan sumber logistiknya.

Salah satu serbuan pada bulan September 1491 bahkan sampai melintasi sungai Kupa hingga mrncapai ke Carniola. Dalam perjalanan pulang, pasukan inj disergap oleh kesatuan pimpinan Ban Ladislav dari Egervár dan Count Bernardin Frankopan dekat kota Udbina; pada Pertempuran Vrpile ini pihak Turki Utsmani terkalahkan. Kekalahan ini memaksa Turki Utsmani menghentikan penyerbuannya pada tahun 1492. Setelah Hadım Yakup Pasha diangkat menjadi Sancak-Bey utk Sancak Bosnia, maka serbuan rutin itu dimulai kembali.

Persiapan

Pada musim panas tahun 1493, Hadım Yakup Pasha memobilisir pasukan berkekuatan 8.000 kavaleri ringan Akıncı dan menyerang kota Jajce namun gagal menguasai bentengnya. Dari situ mereka bergerak menuju utara dan memasuki wilayah Carniola dan Styria serta menyerbu wilayah pinggirannya. Pada tahun yang sama terjadi lagi perseteruan antara Ban Kroasia yang dijabat oleh Emerik Derenčin (dalam bahasa Hungaria dikenal sebagai Imre Derencsényi) melawan kekuarga Frankopan yang bersekutu dengan Karlo Kurjaković; mereka memoerebutkan kendali atas wilayah Senj dan beberapa kota lainnya.

Pada pertengahan bulan Juli 1493, Count Bernardin Frankopan dan Ivan VIII (Anž) Frankopan berada di atas angin pada perang terbuka tersebut pada pengepungan Senj. Kepungan itu terpaksa diangkat ketika didatangi oleh pasukan pimpinan Ban Derenčin. Pasukan Frankopan mundur ke Sokolac serta dituduh bekerja sama dengan Turki Utsmani walau sebenarnya daerah Frankopan juga menderita serangan Turki Utsmani. Kedatangan pasukan Turki Utsmani kembali memaksa kedua pihak untuk bersatu.

Pada perjalanan pulangnya, pasukan Turki Utsmani menyerang kota Modruš di sebelah utara Lika; wilayah yang dimiliki oleh kekuarga Frankopan sebenarnya. Kedua seteru Kroasia itu mengumpulkan 3.000 pasukan berkuda beserta 8.000 pasukan infanteri dari berbagai penjuru Kroasia. Namun, sebagiannya berasal dari para petani yang menggarap ladang di Krbava. Pasukan ini memutuskan untuk menghadapi lawannya di medan terbuka; walau sempat tercetus ide untuk menjebaknya di lembah oleh Ivan Frankopan Cetinski.

Pertempuran

Pasukan Turki Utsmani memasuki palagan Krbava melalui titik terendah dan tersempit dari celah gunung di Gorcia; mereka menghindari jalur celah Vrpile yang berakhir pada kekalahan dua tahun sebelumnya. Mendapatkan informasi intelijen akan adanya pergolakan tawanan ketika perang nanti berkecamuk memaksa Hadım Yakup Pasha untuk mengeluarkan perintah eksekusi terhadap tawanan mereka di dekat Jelšani (Jošan modern sekarang) untuk meminimalisir resiko pemberontakan. Setelah itu ia berunding dengan para komandan dan menyetujui untuk mengirimkan 3.000 kavalerinya untuk membuat jebakan di hutan dekat Lapangan Krbava.

Walaupun pada mulanya rencana Kroasia adalah menyerang lawannya di padang terbuka, namun posisi awalnya mereka menempati lereng bukit dekat desa Visuć. Balatentara ini diposisikan menghadap lawan sexara frontal dalam 3 lini; pertama terdiri dari prajurit Slavonia dibawah Franjo Berislavić, kedua dipimpin Ivan Frankopan Cetinski, dan ketiga dibawah Nikola VI Frankopan dan Bernardin Frankopan. Setiap lini mendapatkan porsi infanteri dan kavaleri yang seimbang. Panglima umum balatentara Kroasia dipimpin oleh Ban Emerik Derenčin.

Balatentara Turki Utsmani juga terbagi tiga; pertama dibawah İsmail Bey Sancak-Bey dari Sncak Kruševac, kedua dibawah Mehmed Bey dari Sancak Üsküp (Skopje), dan ketiga yang berada di lini tengah dibawah Hadım Yakup Pasha. Perlu juga dicatat bahwa İshak Bey Kraloğlu (Sigismund dari Bosnia), anak dari Raja Bosnia, Stephen Thomas (w. 1461) juga ikut serta berperang pada pihak Khilafah Turki Utsmani.

Pertempuran di Lapangan Krbava - 9 September 1493

*Rencana Turki Utsmani

Rencana balatentara Turki Utsmani adalah menarik pergerakan pasukan Kroasia menjauh ke arah barat ke dekat hutan dimana sudah dipersiapak suatu jebakan. Sayap kiri İsmail melakukan gerakan pertama menyerbu ke sisi kiri Kroasia. Serangan ini membuat lawan terpancing dan mereka meninggalkan posisi lereng bukit dan balik menyerang pasukan Turki Utsmani dan perang terbuka tak terelakkan lagi.

Pertempuran pada hari Senin 27 Dzul Qa'dah 898 Hijriah (9 September 1493) itu dipertarungkan menggunakan pedang tanpa sempat ada anak panah yang dilesatkan.

Pada awalnya Turki Utsmani yang terdesak dan mulai mundur, namun ini justru menjadi awal terjebaknya pasukan Kroasia karena mereka lengah dan membiarkan sayap belakangnya diserbu olrh 3.000 kavaleri yang sedari tadi bersembunyi di hutan Krbava. Setelah pendadakan itu barulah pasukan utama dibawah Hadım Yakup Pasha yang juga bersembunyi di huta keluar dan melancarkan serangan umum terhadap lini depan, kanan, dan belakang pasukan Kroasia. Sayap kiri pasukan Kroasia dibawah Bernardin Frankopan yang menerima hantaman serangan itu tidak dapat lama bertahan serta mulai mundur. Sebagian besar infanteri Kroasia terkurung dan tidak dapat melarikan diri. Kekalahan telak ini hanya menyisakan sedikit pasukan Kroasia yang berlindung di dalam perlindungan dinding kota Udbina.

Pertempuran yang dimulai sekitar jam 0900 itu berakhir pada sore hari. Ban Derenčin tertawan dan dieksekusi atas kekejaman sebelumnya. Saudaranya yang bernama Pavao terbunuh dalam pertempuran. Nikola VI Frankopan Tržački yang juga tertawan berhasil lolos dari maut setelah ditebus oleh keluarganya. Diantara para bangsawan yang gugur pada pertempuran itu termasuk Ivan Frankopan Cetinski, Petar II Zrinski, Juraj Vlatković, dan Ban dari Jajce qyaitu Mihajlo Pethkey. Count Bernardin Frankopan dan Franjo Berislavić berhasil lolos dari kekalahan di Krbava.

Kesudahan

Walaupun para bangsawan elit Kroasia menderita kekalahan telak hingga Kerajaan Kroasia menjadi terhapus dari sejarah, namun khilafah Turki Utsmani tidak mendapatkan pertambahan wilayah sebagai hasilnya. Karena kekalahan yang begitu besar maka dalam sejarah Kroasia pertempuran ini dikenang sebagai Palagan Berdarah atau "Field of Blood". (dalam bahasa Kroasia: Krvavo polje).

Perdamaian antara koalisis Kroasia-Hungaria dan Turki Utsmani disepakati pada bulan April 1495. Ekspedisi Turki Utsmani besar berikutnya terjadi pada tahun 1512-1513 yang dimrnangi oleh Kroasia di Pertempuran Dubica. Zona perang ini kemudian dikosongkan dan penduduk migrasi menjauhinya ke area barat-laut Kroasia, pantai Laut Adriatik, dan bahkan keluar dari wilayah Kroasia. Franjo Berislavić menjadi Ban untuk Jacjr pada tahun 1494.

Agung Waspodo mencatat bahwa ada beberapa kemenangan di medan perang Turki Utsmani yang tidak membawa pada perluasan wilayah sehingga tidak menopang perkembangan kebudayaan  Islam pada fase selanjutnya; bahkan kemudian lepas dari orbit. Pelajaran lagi dari 522 tahun yang lalu.

Depok, Jumat 18 September 2015, hawa pagi beranjak panas, peristiwanya telah lewat 9 hari

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Sebarkan! Raih pahala...

0 Response to "Kemenangan Tanpa Pengokohan, Mungkin Kroasia Sudah Terlalu Jauh dari İstanbul "

Post a Comment

loading...
loading...